Posted On: July 31st 2026, 12:34 pm
Menapaki jutaan jalan tak lagi setapak
manusia lalu lalang berlomba dengan bayang
menjejali lorong fana mulai nampak
bagai layang-layang ditinggal benang
Angin menyemai luka tiap bait kata
setumpuk teori kabur tak peka
paragraf lupa kalimat kemalingan rasa
Kotak panjang menampung cemas berlebihan
kecemasan terus dilakukan demi kewajiban
meski oli tak lagi basah
rem di injak hilang kenyamanan
merdu klakson tak lagi ramah
karenanya kewajiban tak menutup setoran
kalimat per kata habis dalam wajan.
Setoran kata
Rezeki sang Pemurah tersusun algoritma
Jakarta (wajib bacaan nya) Barat.
Kamis, 300726 - 17.28