Instagram story viewer> @ihk.afr> Post
2 months ago
Burung yang bertarung, bebas memilih arena,
kecil tubuhnya, namun langit terbuka ke mana saja.

Bermodal sayap yang diberikan Sang Maha,
ia terbang, menembus angin, membaca cuaca.
Kadang tinggi, kadang rendah,
kadang harus melawan arah.

Sesekali hinggap untuk kembali memberi jeda,
sebab segala kerumitan dan kegilaan, tanpa makna, hanya akan percuma.

Di titik itu, barangkali kita perlu kembali bertanya:
Dari mana kita berasal,
sedang apa kita di dunia,
dan ke mana akhirnya kita akan tiba?

Sebab hidup terlalu mudah membuat kita sibuk terbang,
mengejar langit, berpindah gelanggang,
hingga lupa mengapa dulu sayap ini dibentang.

Untuk apa begitu jauh kita terbang,
jika pada akhirnya lupa ke mana harus pulang?

Maka terbanglah sejauh yang kau mampu,
bertarunglah selama masih tahu untuk apa itu.

Namun sesekali, hinggaplah dahulu
agar hati tetap jernih, arah tetap utuh.

Sebab bukan hanya soal seberapa tinggi kita pergi,
tetapi apakah kita masih mengenali diri:
dari mana berangkat,
untuk apa hidup,
dan kepada siapa kelak kembali.
0
Posted On: August 28th 2026, 02:25 pm
Burung yang bertarung, bebas memilih arena,
kecil tubuhnya, namun langit terbuka ke mana saja.

Bermodal sayap yang diberikan Sang Maha,
ia terbang, menembus angin, membaca cuaca.
Kadang tinggi, kadang rendah,
kadang harus melawan arah.

Sesekali hinggap untuk kembali memberi jeda,
sebab segala kerumitan dan kegilaan, tanpa makna, hanya akan percuma.

Di titik itu, barangkali kita perlu kembali bertanya:
Dari mana kita berasal,
sedang apa kita di dunia,
dan ke mana akhirnya kita akan tiba?

Sebab hidup terlalu mudah membuat kita sibuk terbang,
mengejar langit, berpindah gelanggang,
hingga lupa mengapa dulu sayap ini dibentang.

Untuk apa begitu jauh kita terbang,
jika pada akhirnya lupa ke mana harus pulang?

Maka terbanglah sejauh yang kau mampu,
bertarunglah selama masih tahu untuk apa itu.

Namun sesekali, hinggaplah dahulu
agar hati tetap jernih, arah tetap utuh.

Sebab bukan hanya soal seberapa tinggi kita pergi,
tetapi apakah kita masih mengenali diri:
dari mana berangkat,
untuk apa hidup,
dan kepada siapa kelak kembali.

More posts

back to up