Posted On: November 2nd 2026, 08:15 am
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh miliarder George Soros mendanai para demonstran untuk mengacaukan kampanyenya. Tudingan itu ia lontarkan ketika menyampaikan pidato kampanye di Dubuque, Iowa, pada Minggu (1/11/2026), jelang pemilihan umum paruh waktu AS. Mengutip Liputan6.com, Trump menyebut para pengunjuk rasa yang mengganggu acaranya menerima bayaran sebesar USD250. Ia mengaku jengkel karena para pengganggu kerap menyela tepat ketika ia akan masuk ke bagian krusial pidatonya. Trump bahkan tidak segan menjuluki para demonstran tersebut sebagai pecundang.
Pernyataan itu pun dinilai kontroversial, sebab tudingan Trump soal keterlibatan Soros tidak dibarengi bukti yang sudah diverifikasi. Klaim pembayaran USD250 tersebut sejauh ini hanya bersumber dari ucapan Trump di atas panggung kampanye. Dalam pidato yang sama, Trump turut melancarkan serangan terhadap Partai Demokrat. Ia menyinggung kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai jihadis dan komunis. Hingga kini, tuduhan Trump terhadap Soros masih sebatas klaim sepihak tanpa bukti pendukung yang dapat dipastikan kebenarannya.
[Baca selengkapnya di nowdots.com atau klik ‘Read More’ di Instagram Story]
-
#nowdots Load More