Instagram story viewer> @pusarakayuapi> Posts
803
followers
2014
following
๐Ÿบ๐Ÿ—๐Ÿฆ„๐Ÿธ๐Ÿ”๐ŸฆŠ๐Ÿฑ๐Ÿฐ๐Ÿจ๐Ÿปโ€โ„๏ธ๐Ÿผ๐Ÿป๐Ÿฏ๐Ÿฆ๐Ÿฎ๐Ÿท๐Ÿถ .๐Ÿฆ†๐Ÿฆ…๐Ÿฆ‰๐Ÿฆ‡ H ๐Ÿชฑ U ๐Ÿฆ‹ M ๐Ÿž A ๐Ÿชฐ N ๐ŸฆŸ๐Ÿฆ—๐Ÿ•ท๐Ÿฆ‚.๐Ÿ™๐Ÿฆ‘๐Ÿฆ๐Ÿฆž๐Ÿฆ€๐Ÿณ๐Ÿฌ๐ŸŸ๐Ÿ ๐Ÿก๐Ÿ‹๐ŸŠ๐Ÿ๐Ÿข๐Ÿฆ•๐Ÿฆ–๐Ÿ†๐Ÿฆ“๐Ÿฆ๐Ÿฆง๐Ÿฆฃ๐Ÿฆ๐Ÿ˜๐Ÿฆฌ๐Ÿ‚๐Ÿ“๐Ÿฆƒ๐Ÿฆš๐Ÿฆœ๐Ÿ‡๐Ÿ•Š๐Ÿฆฉ๐Ÿฆข๐Ÿฆจ
POSTS STORIES REELS TAGGED
Tulisan terbaru Geril Dwira di projectmultatuli.org membuka babak baru serial reportase Generasi Cemas, kali ini dari Bali.

Ia menggambarkan wajah generasi muda yang hidup di antara janji dan jebakan industri pariwisata: kerja kontrak rapuh, gaji pas-pasan, dan syarat kerja yang nggak masuk akal.

Pandemi sempat memukul habis nadi ekonomi pulau ini, tapi โ€œpemulihanโ€-nya justru mengulang pola lama: 
menjual budaya sebagai atraksi. Sementara generasi muda meninggalkan pertanian karena logika ekonomi yang tidak berpihak.

Bagaimana dengan anak-anak muda di kotamu? 

#GenZ #GenerasiCemas #Bali #YaAkuBakalDibaca by @pusarakayuapi
60
a year ago
Download
Amink, namanya. 

Dulu sekali, @monokromatiks pertama kali ketemu sama vespa tua kelahiran 1962 itu di Tondano (bener ga, ya? Lupa ๐Ÿ˜‚). Waktu itu, Amink belum berwarna merah seperti sekarang, warnanya masih merah muda. Jadilah @monokromatiks sering dipanggil โ€œPinkyboyโ€ sama teman-teman di Manado, mirip seperti panggilan aktor Aming Sugandhi. Nah, sejak saat itu, akhirnya si besi tua diberi nama Amink.

Bertahun-tahun Amink hidup di Kota Tinutuan menemani @monokromatiks. Punya banyak teman, pengalaman, dan berganti kulit jadi merah merona. Sampai akhirnya, di 2016 mereka berdua memutuskan untuk migrasi, keluar dari Tanah Celebes.

Kira-kira 3500 kilometer jalan darat yang ditempuh Amink dan @monokromatiks dari Manado ke Jakarta. Menyusuri Gorontalo, Palu, Tana Toraja, Makassar, Surabaya, Semarang, sampai akhirnya tiba di mamakota. Perjalanan jauh pertama untuk keduanya.

Beberapa kali aku sempat bertemu mereka berdua selama tinggal di Jakarta. Di waktu-waktu malam, kami bertiga sering bercerita mengingat masa lalu dan merencanakan masa depan, sambil menyusuri bisingnya kota itu.

Sampai akhirnya @monokromatiks memutuskan untuk migrasi lagi, kali ini menuju Tana Dewata. Tapi Amink tidak ikut.

Di masa pandemi, nasib Amink makin tak karuan. Atas restu @monokromatiks, Amink akhirnya aku asuh. Perlu setidaknya dua tahun untuk benar-benar membangunkan Amink dari tidurnya. Tentu masa sulit pandemi juga mempengaruhi proses ๐Ÿฅด

Semasa hidupnya, Amink sering diasuh banyak orang sejak di Manado, sampai di Jawa. Sekarang, Amink sudah merona lagi. Aku sudah membawa dia migrasi ke Tanah Pasundan. Kalau aku sedang tak di sana, Amink diasuh @bukbisjcandra (sebelumnya ikut nebeng tinggal di garasinya @itlzs_ Hehe).

Sekarang, aku dan Amink punya banyak teman baru. Senang sekali rasanya. Oiya, Amink juga punya sodara dekat, Aip (abu-abu) dan Berlin (hijau). 

Yang menyebalkan, kadang kalau sudah LDR lama, Amink seperti mengerti kapan waktunya untuk minta jajan.

Coba kamu bayangkan, besi tua aja aku rela rawat sepenuh hati, apalagi cinta kita nanti?

Hehe. Gitula. by @pusarakayuapi
22
2 months ago
Download
SIKAT GIGI. Di pekan ke-18, seorang kawan menyarankan agar aku mencari sikat gigi yang baru. Ia melihat bulu sikat gigiku sudah kusut tak karuan.

Ada banyak sekali jenis sikat gigi yang dijual di pasaran. Puluhan, ratusan, atau mungkin ribuan jumlahnya?

Tapi menurutku, bentuk, merk, ukuran, dan warna sikat gigi bukanlah persoalan yang besar. Aku cenderungโ€“bahkan bisa dibilang tidak peduli asal-usulnya. Bagiku, selama ia berfungi dengan baik untuk membersihkan sisa makanan di sudut-sudut gigi, ia layak dipertahankan sebaik-baiknya. 

Jika sudah mantap memilih, aku rawat sikat gigiku sebaik mungkin. Kujauhkan juga dari orang-orang iseng yang bisa saja memakai sikat gigiku untuk keperluan lain. Aku akan bertahan dengan sikat gigi itu sampai kapan pun, semampuku. Tak boleh ada orang lain yang memilikinya. Aku perjuangkan sebisaku. Akan kujaga dan rawat sampai akhir nasibnya. 

Pokoknya, aku percayakan nasib mulut kotorku ini pada sikat gigi itu.

Tapi, yah.. begitulah kira-kira, ceritaku yang tertipu oleh sikat gigi yang ternyata melukai gusi dan gigiku.

Beruntung, aku punya teman-teman baik yang selalu mengingatkan dan membantuku untuk mencari sikat gigi yang baru. Yang lebih baik. Yang lebih seru.

Ohya, foto dan takarir ga harus nyambung, kan? Ini bener ngomongin โ€œsikat gigi,โ€ kok. ๐Ÿ˜€ by @pusarakayuapi
15
6 months ago
Download
Jakarta dalam Tiga Babak - Setelah dipikir-pikir, lebih dari setengah masa hidupku dihabiskan di kota yang riuh-penat-ruwet-kusut-pusing-banget-hasem ini: Jakarta.

Bersama Jakarta, aku mulai tumbuh dan bisa melihat dunia. Mengenali banyak manusia, mempelajari banyak hal. Tapi setelah kenal, ternyata kota ini tidak โ€œseluasโ€ itu, ada banyak perangkap mematikan di dalamnya. Aseli!

Beruntung, aku sempat terasing cukup lama dari Jakarta dan hidup nomaden. Ternyata, ada lebih banyak manusia yang bisa dikenali, ada banyak hal baru yang harus dipelajari, dan ada banyak tempat yang berhasil dijelajahi. Seru sekali rasanya! Meski pada akhirnya, aku tetap kembali ke kota ini untuk berkelahi dengan nasib.. hehe

Aku pernah benar-benar membenci Jakarta, lalu pernah juga rindu sangat dengan kota ini. Tapi satu hal pasti lainnya, sekarang aku menyukai Jakarta, tentu karena ada kamu di dalamnya :)
.
.
.
.
.
Yhaaโ€ฆ begitulah kira-kira. ๐Ÿ˜ฌ taken in Pinggir Jalanan Ibukota by @pusarakayuapi
4
9 months ago
Download
Awal 2013, saat masih hidup di Kota G, aku diajak @hasrulekaputra menggarap kegiatan kumpul-hore-makan-ngobrol-senang-bergembira di halaman rumah. Kegiatan itu lalu dinamakan @mengenanghalamanrumah.

Kegiatannya kecil dan sederhana saja, tapi punya mimpi yang besar sekali! Mengenang Halaman Rumah (MHR) dijalankan dengan memanfaatkan halaman rumah teman-teman kami sendiri, dan berpindah-pindah, tergantung halaman rumah siapa yang berkenan kita ramaikan. Hehe.

Kegiatannya pun bermacam-macam, nonton bareng, diskusi film, pameran, diskusi pemikiran tokoh, ngopi, makan kacang dan pisang, atau apapun itu. Intinya, kita rayakan hari itu bersama-sama.

Tapi, sejak aku, @hasrulekaputra, dan beberapa kawan lain akhirnya pergi dari Kota G, @mengenanghalamanrumah vakum. 

Satu dekade lewat, atau sekiranya 12 tahun berlalu sejak gelaran pertama, aku berniat menghidupkan kembali MHR. Siapapun teman-teman yang tertarik, yuk, mari kita rayakan bersama.

Nah, sebagai permulaan, karena itu juga alasanku membuat undangan kepada teman-teman untuk menulis โ€œTentang Rumahโ€ seperti yang kuinfokan dalam status sebelumnya atau dalam postingan ini. Nantinya, cerita-cerita yang terkumpul, akan kita rayakan bersama, entah di MHR atau di luar itu.

Terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah menghubungi dan berkenan untuk berbagi ceritanya. Teman-teman yang lain, ditunggu, ya! Hehe

Tautan untuk berbagi cerita akan selalu terbuka. Ketik alamat ini dalam mesin pencarianmu: bit.ly/tentangrumah.

Terima kasih, ya! taken in Rumah Kita by @pusarakayuapi
2
a year ago
Download
Sebuah refleksi.

Harusnya laman beranda dan laman jelajah media sosialku dipenuhi oleh informasi tentang jual-beli-modifikasi vespa, info kebun hidroponik, akuarium, gunung, dan video-video lucu. Tapi belakangan, negaramu selalu saja bikin ulah. Aku malah dijejali informasi yang bikin sakit kepala. Jadilah aku semakin mantap untuk kepengin jadi ikan cupang saja.

Seringkali dipenuhi rasa was-was tak jelas. Padahal aku sudah menolak banyak pikiran, tapi si pikiran datang melulu, jadilah kepikiran.

Pukul dua dini hari kemarinโ€”sambil ditemani suara token listrik tetangga, akhirnya aku memutuskan untuk ngobrol sama lima ikan bidadari di dalam akuarium. Aku bertanya satu-satu dari mereka, bergiliran. Kami saling berbagi keresahan bersama. Meskipun mereka mengaku lebih resah, karena aku seringkali lupa memberi jatah makan dan jadwal mengganti air.

Dalam obrolan itu aku lebih banyak mendengar dan mencatat. Sebagian catatan hasil dari obrolan kami, kusalin dalam gambar di atas.

.
.
.

Dahlah.

Jadi, kamu lebih percaya negara atau aku? Kapan nih kita bisa jalan barengnya? Jangan sampe urusan romantis ini diganggu juga sama negara. Duh. taken in Kolam Ikan Tetangga by @pusarakayuapi
7
a year ago
Download
Di dapur, panci bergetar pelan.
Katanya, dia rindu suara kau marahi
karena terlalu lambat mendidihkan air.
Bahkan cerek pun kini pura-pura lupa
bagaimana cara bersiul.

Aku kira malaikat sedang menyanyi,
ternyata kamu sedang protes
kenapa mie instan tinggal satu. by @pusarakayuapi
5
a year ago
Download
Di luar, hujan sibuk menulis puisi
di atas genteng,
di atas langkah orang-orang yang tergesa pulang,
dan di atas kuburan payung-payung patah
yang pernah meneduhkan kita.

Malam pun membacamu pelan-pelan,
huruf demi huruf,
napas demi napas.
Dan aku
yang tak pernah pandai membaca isyarat
akhirnya basah juga.
Bukan oleh hujan,
tapi oleh kata yang tak sempat diucapkan
waktu itu.

Suaramu, terdengar di antara hujan. by @pusarakayuapi
4
a year ago
Download
Tuhan, Kau sembunyikan di mana dia?

Di pagi yang malas,
aku menyeduh kopi dan sepi.
Di antara uapnya, kutiup nama-Mu,
โ€œTuhan, Kau sembunyikan di mana dia?โ€

Aku mencari dia di rak-rak buku,
di antara puisi-puisi patah hati
dan novel-novel bersampul manis.
Barangkali dia sedang menyamar
jadi kalimat yang kutandai pakai spidol
di halaman yang hampir robek karena sering kubuka.

Kadang kuduga ia tinggal di dalam
lemari yang tak pernah kubuka
bersama kaus kaki yang kehilangan pasangannya.

Tuhan,
aku sudah menyapa semua tetangga,
sudah membeli semua gorengan di ujung gang,
bahkan tersenyum pada tukang parkir
yang salah mengira aku pacarnya.
Kau sembunyikan di mana dia?

Kemarin aku menulis surat untuk dia,
kumasukkan ke dalam botol sampo
lalu kubilas bersama harapan.
Tapi belum sempat kukirim,
hujan deras tak berhenti
membanjiri jalan yang menua.

Hari ini aku kirim doa lewat Wi-Fi,
tapi centangnya cuma satu
pesanku pending.
Apakah sinyal-Mu suka ngadat?
Atau mungkin paket data-Mu habis?
Ataukah aku tersesat di daftar kontak yang salah?

Kau sembunyikan di mana dia, Tuhan? by @pusarakayuapi
5
a year ago
Download
Intuisiku sebagai satwa liar di tahun ini sepertinya sedang berada di posisi yang bagus terus. Seringkali, yang hanya sekilat dilihat atau sedikit dipikirkan ternyata benar terjadi. Terutama hal-hil yang berhubungan dengan manusia.

Aku bertemu dengan banyak manusiaโ€“di banyak tempat tahun ini. Mereka datang dan pergi, silih berganti. Ada yang ingin sekali kutemui, tapi tak kunjung kesampaian. Ada yang baru pertama bertemu, ada yang sering kutemui. Ada yang sejenak singgah, ada yang segera menghilang. Ada yang cuma mampir, ada yang lama menetap. Ada yang cuma penasaran, ada yang justru menjadi teman baik. Ada yang selalu kudoakan, ada juga yang tak ingin kutemui lagi. 

Manusia memang rupa-rupa warnanya, dan intuisiku banyak ambil peran supaya aku bisa menjadi lawan pertemuan yang baik. Hahaha!

Tapi, saat intuisi sering bagus, ternyata manajemen waktuku cukup bapuk. Hal-hil yang ingin kulakukan, tak jua kesampaian. Target-target yang direncanakan, meleset jauh. Kerja-kerja sampingan, rada keteteranโ€“bahkan tak selesai. Mengutip Doraemon, ingin ini-ingin itu banyak sekali, semua-semua-semua tak dapat dilakukan. 

Sebuah kombinasi: manajemen waktu bapuk, ditambah aku yang sering cosplay jadi si pelupa. Mohon maaf dariku, ya. 

Tapi, yang terjadi maka terjadilah. Tahun ini memang banyak naik dan banyak turun, banyak belok, banyak buntu. Yaaโ€ฆ setidaknya aku bergembira masih bisa hidup sampai di waktu ini, tahun depan kucoba perbaiki yang kurang, ya.

Oh, iya, ternyata aku juga punya kabar gembira menutup akhir tahun ini! Akhirnya, ada itunya! Seperti yang aku bilang, bisa punya ini. Pokoknya yang begitu, deh. Jadi, waktu itu kan aku ke sana, ehโ€ฆ ternyata begitu, jadilah ke sini, dan ini. Ternyata begini, lho. Wah, yaudah, jadinya ke sana. Yhaโ€ฆ pokoknya gitulah, ya. Nanti deh kalo ketemu kuceritakan.

Semoga masih banyak hal gembira yang bisa disemogakan lagi. Jadi, kita mau ke mana lagi tahun depan? Kamu sayang aku, kan? Hehe.

*yhaโ€ฆ foto hanya pemanis keseruan dari bulan ke bulan. ๐Ÿ™‚ taken in Dalem Kulkas Lagi Rebahan by @pusarakayuapi
0
2 years ago
Download
Aku menemuimu di tepi malam 
yang separuh lelah,
di kedai minuman Kota M selepas hujan.
Kamu duduk di ujung meja kayu,
memesan secangkir coklat
yang hangatnya cukup memeluk tubuhmu.
Sementara aku
memilih kopi susu dan meminumnya 
pelan-pelan, seperti doa 
yang malu-malu menuju langit.

Kita berbicara seadanya,
kata-kata itu berlari kecil,
mengejar angin yang sesekali mengusap
rambutmu yang menyelinap keluar 
dari balik topi. 
Lalu matamu mengunci sesuatu
seakan menatap 
hal yang hanya kamu tahu.

Hei,
Aku pun ingin tahu,
apa yang membuatmu duduk di sini,
di tepi dunia 
yang sesekali menggulung rahasia.
Aku pun ingin tahu,
apa yang kamu cari di dalam cangkir itu?
Separuh tawa atau 
sepenuhnya teka-teki.

Meskipun aku juga tahu, malam ini akan berlalu,
coklatmu akan habis, 
dan kita akan pergi.
Hingga kita sampai di ujung 
percakapan, seperti dua orang asing 
yang saling meraba
makna di antara desir angin 
dan tanah basah.

Hei,
Aku pun ingin tahu 
apa yang membuatmu duduk di sini,
sambil meneguk rasa yang belum sempat kutanya,
akan kutinggalkan rindu yang tak sepenuhnya larut dalam kopi susu-ku. taken in Becanda Malem Malem. by @pusarakayuapi
8
2 years ago
Download
Tuhan, terima kasih untuk setiap jalan
yang Kau lipat jadi pertemuan.
Di setiap langkah yang berlalu,
Kau selipkan wajah-wajah
yang tak sengaja kutemui,
tapi sengaja Kau hadirkan.

Ada yang datang seperti pagi,
menyapaku dengan sinar kasihnya.
Ada yang seperti hujan,
datang tiba-tiba, membasahi luka lama.
Ada yang seperti angin,
sekejap singgah, lalu hilang tanpa jejak di udara.

Mereka datang membawa cerita,
sesekali tawa, sesekali luka.
Dan aku belajar membaca mereka,
seperti puisi-puisi kecil
yang tak habis ditulis waktu.

Tuhan, terima kasih.
Aku melihat cermin cinta-Mu
dalam setiap wajah yang kutemui.

#gerilberdendang #hehe by @pusarakayuapi
0
2 years ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up