Instagram story viewer> @restulia> Posts
1.5K
followers
2344
following
💰 Asisten Pajak Mompreneur
🎓 Bachelor Degree of Accounting | Brevet AB IAI | Certified Tax Technician | Certified Read & Think Aloud Trainer
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
Omzet Rp4,8 miliar bukan sekadar angka. Dalam PPh Badan, angka ini punya peran penting.

Untuk Wajib Pajak Badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp50 miliar, Pasal 31E memberikan fasilitas berupa pengurangan tarif 50% dari tarif PPh Badan 22% atas bagian Penghasilan Kena Pajak yang berasal dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar.

Artinya, kalau omzet perusahaan berada di sekitar angka Rp4,8 miliar, jangan langsung mengalikan seluruh Penghasilan Kena Pajak dengan 22%.

Ada perhitungan proporsional yang perlu diperhatikan.

Dan ini berbeda dengan PPh Final UMKM 0,5%. Setelah perubahan melalui PP 20/2026, perlakuan PPh untuk badan usaha juga perlu dilihat berdasarkan bentuk badan dan ketentuan yang berlaku.

Coba jawab di komentar atau isi polling!

Kalau omzet perusahaan Rp6 miliar, menurut Kakak apakah seluruh Penghasilan Kena Pajak langsung dikenakan tarif 22%?

A. Iya
B. Tidak

Komen A atau B!

Kalau konten seperti ini bermanfaat untuk membantu Kakak memahami keuangan dan pajak bisnis, jangan lupa follow ya, Kak. Saya akan bahas konsep pajak bisnis dengan bahasa yang lebih sederhana dan praktis.

Punya banyak karyawan? Saya juga punya rekomendasi Rumus Excel PPh 21 TER Tahun 2026 untuk Banyak Karyawan untuk membantu perhitungan PPh 21. Komen aja RUMUS. by @restulia
0
6 days ago
Download
Pernah memberikan barang atau fasilitas kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi?

Misalnya hadiah, fasilitas, atau bentuk imbalan lain.

Jangan langsung berpikir Kan bukan uang, berarti bukan penghasilan.

Dalam ketentuan pajak, penghasilan dari pekerjaan dapat diberikan dalam bentuk uang maupun natura dan/atau kenikmatan.

Namun, tidak semua natura otomatis menjadi objek PPh.

Ada beberapa jenis natura dan/atau kenikmatan yang dikecualikan dari objek PPh, misalnya makanan/minuman untuk seluruh pegawai, natura/kenikmatan di daerah tertentu, serta jenis atau batasan tertentu yang diatur dalam ketentuan.

Jadi sebagai pemilik bisnis, jangan hanya melihat Karyawan menerima uang berapa?

Tetapi juga perhatikan Apakah ada imbalan dalam bentuk natura atau fasilitas?

Karena perlakuan pajaknya bisa berbeda tergantung jenis dan kondisinya.

Kalau bisnis Kakak memberikan hadiah/barang kepada karyawan, menurut Kakak itu perlu diperhatikan dalam PPh 21 atau tidak?

Kalau konten pajak bisnis seperti ini bermanfaat, klik follow ya. Saya akan bahas pajak untuk bisnis dengan bahasa yang sederhana dan praktis.

Kalau bisnis Kakak sudah punya banyak karyawan dan sedang mencari tools untuk membantu menghitung PPh 21, komen aja RUMUS. by @restulia
0
8 days ago
Download
Memberikan fasilitas asuransi kesehatan kepada karyawan memang bisa menjadi salah satu benefit yang menarik.

Tapi dari sisi pajak, jangan langsung menganggap premi yang dibayarkan perusahaan tidak ada kaitannya dengan PPh 21.

Untuk pegawai tetap, premi asuransi kesehatan yang dibayarkan oleh pemberi kerja termasuk dalam penghasilan yang diperhitungkan dalam pemotongan PPh 21.

Artinya, ketika bisnis mulai punya karyawan dan memberikan berbagai fasilitas, pemilik usaha perlu memperhatikan juga bagaimana fasilitas tersebut diperlakukan dalam penghitungan PPh 21.

Jadi bukan hanya Gaji karyawan berapa?

Tapi juga perlu melihat komponen penghasilan lainnya.

Kalau perusahaan membayar premi asuransi kesehatan karyawan, menurut Kakak:

A. Tidak ada kaitannya dengan PPh 21
B. Bisa menjadi bagian dari penghasilan untuk PPh 21

Kalau konten pajak praktis seperti ini bermanfaat untuk Kakak, follow supaya tidak ketinggalan pembahasan pajak bisnis berikutnya. 🤍

Dan kalau bisnis Kakak sudah punya banyak karyawan dan sedang mencari tools untuk membantu menghitung PPh 21, saya ada rekomendasi Rumus Excel PPh 21 TER Tahun 2026 untuk Banyak Karyawan komen aja RUMUS. by @restulia
0
8 days ago
Download
Omzet di bawah Rp4,8 miliar belum tentu otomatis bisa menggunakan PPh Final 0,5%, Kak.

Ada kriteria dan kondisi tertentu yang perlu diperhatikan.

Salah satunya, Wajib Pajak badan yang memperoleh fasilitas PPh berdasarkan Pasal 31A UU PPh termasuk yang tidak masuk kriteria penerima PPh Final 0,5% berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Contoh sederhananya:

Sebuah badan usaha memiliki omzet Rp3 miliar setahun.

Kalau hanya melihat angka omzet, mungkin kita langsung berpikir bisa pakai PPh Final 0,5%.

Belum tentu!

Kita tetap perlu melihat bentuk Wajib Pajaknya, fasilitas pajak yang digunakan, serta apakah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

Jadi, jangan hanya melihat angka Rp4,8 miliar lalu langsung menyimpulkan tarif pajaknya.

Pajak bisnis perlu dilihat secara utuh, bukan hanya dari omzet.

Menurut Kakak, omzet di bawah Rp4,8 M otomatis boleh pakai PPh 0,5%?

Komen atau isi polling ya! by @restulia
0
11 days ago
Download
Penghasilan kena pajak Rp5,5 M bukan berarti langsung dikali 35% semuanya.

PPh Orang Pribadi menggunakan tarif progresif.

Artinya, penghasilan dibagi ke beberapa lapisan dan masing-masing lapisan dikenai tarif yang berbeda.

Untuk PKP Rp5,5 miliar, perhitungannya:

🔹 Rp60 juta × 5%
🔹 Rp190 juta × 15%
🔹 Rp250 juta × 25%
🔹 Rp4,5 miliar × 30%
🔹 Rp500 juta × 35%

Hasilnya: PPh terutang = Rp1.619.000.000

Jadi jangan langsung menghitung: Rp5,5 M × 35% = Rp1,925 M ❌

Karena sistemnya progresif, bukan satu tarif untuk seluruh penghasilan.

Kalau penghasilan pribadi atau bisnis sudah besar, perhitungan pajak sebaiknya dilakukan dengan teliti supaya tidak salah hitung.

Kalau lihat PKP Rp5,5 M, kamu awalnya pilih yang mana? 😅

A. Rp1.619 M
B. Rp1.925 M by @restulia
0
15 days ago
Download
Kamu yang jualan dan setor PPN, berarti kamu yang menanggung PPN? 🤔

Belum tentu, Kak.

PPN merupakan pajak tidak langsung, artinya beban ekonominya dapat dialihkan kepada pihak lain.

Contoh sederhananya:

🛍️ Kakak punya usaha dan menjual barang kepada konsumen.
💰 Konsumen membayar harga barang + PPN.
🧾 Kakak sebagai PKP memungut PPN dari konsumen, kemudian menyetorkannya ke negara.

Jadi, ada perbedaan antara pihak yang menanggung beban ekonominya dan pihak yang memungut serta menyetorkan PPN.

Ini berbeda dengan PPh, yang termasuk pajak langsung dan pada prinsipnya bebannya melekat pada pihak yang dikenai pajak.

Kalau bisnis sudah semakin besar, memahami konsep dasar seperti ini penting supaya pencatatan, invoice, dan pengelolaan pajaknya tidak keliru.

Sekarang coba jawab. Menurut Kakak, siapa yang menanggung beban PPN?

A. Penjual
B. Konsumen

Isi polling atau komen ya! by @restulia
0
19 days ago
Download
PPN itu nggak selalu sesederhana “ada transaksi = kena PPN dengan cara yang sama”.

Contohnya, ada transaksi tertentu yang menggunakan besaran PPN tertentu, seperti:

📌 penyerahan LPG tertentu
📌 hasil pertanian tertentu
📌 kendaraan bermotor bekas
📌 transaksi aset kripto

Jadi, kalau bisnis sudah semakin besar dan transaksi semakin beragam, jangan hanya fokus pada omzet dan laba.

Perlakuan pajaknya juga perlu diperhatikan. Karena salah memahami jenis transaksi bisa membuat perhitungan PPN ikut keliru.

Kak, dari contoh di atas, mana yang paling ingin saya bahas cara hitung PPN-nya?

Tulis “PPN + nama transaksinya” di komentar. Misalnya: “PPN LPG” atau “PPN kripto”. by @restulia
0
20 days ago
Download
Omzet sudah lewat Rp4,8 M, otomatis wajib PKP?

Belum tentu.

Yang perlu dilihat bukan cuma besar omzetnya, tapi juga jenis usaha dan transaksi yang dilakukan.

Contohnya, jasa perhotelan tertentu merupakan jasa yang tidak dikenai PPN dan menjadi objek pajak daerah. Jadi, batas omzet Rp4,8 M tidak bisa dilihat sendirian.

Artinya, sebelum mengambil kesimpulan “omzet sudah Rp4,8 M = wajib PKP”, cek dulu:

✅ Jenis usahanya
✅ Jenis transaksinya
✅ Apakah penyerahannya termasuk objek PPN
✅ Kewajiban pajak daerahnya

Bisnis makin besar, jangan sampai keputusan pajaknya cuma berdasarkan angka omzet.

Menurut kamu, omzet Rp4,8 M otomatis wajib PKP? by @restulia
0
20 days ago
Download
PPN itu dihitung saat invoice dibuat atau saat uang masuk?

Nah, ini pertanyaan yang cukup sering muncul ketika bisnis mulai berkembang.

Dalam ketentuan PPN, ada beberapa kondisi yang bisa menentukan kapan PPN menjadi terutang.

Salah satunya adalah ketika pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP/JKP.

Jadi, jangan hanya fokus pada: “Berapa PPN yang harus saya bayar?”

Tapi mulai perhatikan juga:
✅ Kapan PPN-nya terutang?
✅ Kapan harus dibuatkan faktur pajak?
✅ Apakah pencatatan pembayaran dan penyerahan sudah sesuai?

Karena ketika omzet bisnis sudah ratusan juta bahkan miliaran, kesalahan kecil dalam administrasi pajak bisa ikut membesar.

Makanya, urusan pajak sebaiknya bukan dikerjakan ketika sudah “kepepet lapor”, tapi dikelola secara rutin setiap bulan.

Save postingan ini kalau kamu sering menerima DP atau pembayaran sebelum barang/jasa diserahkan.

Kalau kamu mau bisnis tetap fokus berkembang tanpa harus setiap bulan pusing mengecek urusan pajak, DM “PAJAK”, saya bantu jelaskan bagaimana jasa pajak bulanan bisa membantu bisnis kamu.

Di bisnis kamu, customer biasanya bayar duluan atau barang/jasa diberikan dulu baru bayar? Komen atau klik polling ya! by @restulia
6
a month ago
Download
13 tahun saya berkutat dengan finance.

Tapi sekarang saya memilih untuk belajar pajak lebih serius.

Bukan karena tiba-tiba ingin ganti bidang.

Justru karena semakin sering melihat bisnis dari sisi finance, saya sadar:

👉 Owner bukan cuma perlu tahu berapa omzetnya.
👉 Bukan cuma tahu saldo rekeningnya.
👉 Tapi juga perlu paham apa yang terjadi dengan pajaknya.

Apalagi buat mompreneur yang bisnisnya sudah berkembang dan omzetnya mulai Rp500 juta sampai miliaran.

Saya sendiri juga seorang mompreneur. Jadi saya tahu, kita maunya bisnis berkembang tanpa harus setiap hari pusing dengan angka dan administrasi. 😅

Saya akan share hal-hal pajak yang menurut saya penting dipahami oleh owner.

Kalau kamu seorang mompreneur, bagian pajak apa yang paling bikin kamu bingung? Tulis di komentar nanti saya jawab! by @restulia
0
a month ago
Download
Kasus Bu Martha viral karena JHT sekitar Rp84 juta disebut terkena pajak sampai belasan juta.

Tapi sebenarnya, bukan karena ada aturan pajak JHT baru di 2026.

Yang perlu diperhatikan justru kapan dan bagaimana JHT tersebut dicairkan.

Kalau JHT dibayarkan sekaligus, atau pembayarannya masih dalam jangka waktu maksimal 2 tahun kalender, berlaku PPh 21 final:

• Sampai Rp50 juta → 0%
• Di atas Rp50 juta → 5%

Jadi misalnya saldo JHT Rp84 juta dan dicairkan sekaligus dalam kondisi yang memenuhi ketentuan:

Rp50 juta × 0% = Rp0
Rp34 juta × 5% = Rp1,7 juta

Artinya, saldo Rp84 juta → pajaknya secara skema final tersebut sekitar Rp1,7 juta, bukan otomatis Rp12 juta.

Nah, masalah bisa berbeda kalau sebelumnya pernah mengambil JHT sebagian dan pencairan berikutnya baru dilakukan pada tahun ketiga atau setelahnya.

Pada kondisi tersebut, JHT berikutnya dapat masuk tarif progresif Pasal 17.

Makanya, sebelum mengambil JHT sebagian, jangan cuma bertanya:

“Bisa dicairkan berapa?”

Tapi juga tanyakan:

“Bagaimana dampak pajaknya ketika saya mencairkan sisanya nanti?”

Ini juga penting buat mompreneur yang sudah punya tim dan mengelola payroll karyawan.

Kalau kamu mau aku buatkan simulasi:

💰 JHT Rp84 juta dicairkan sekaligus
💰 pernah ambil 10%, lalu sisanya dicairkan
💰 berapa pajak pada masing-masing skenario
💰 berapa selisih uang yang diterima

Komen “JHT” ya!

Follow dulu supaya aku bisa kirim lewat DM. by @restulia
1
a month ago
Download
Saking banyaknya data yang harus diolah, ga jarang tabel kita itu kolomnya sampai 2 huruf.

Gemes ga? Gemes dong!

Terus apakah langsung simsalabim dapet ide? Oh tentu tidak!

Harus bengong dulu, entah kapan dapet idenya. Nah apakabar mompreneur yang merangkap jadi Chief Everything Officer?

Harus jualan, handle orderan, rekap orderan, ngitung duit, mikir marketing, terus kalau datanya makin banyak gimana? Pasti butuh bantuan dong ya!

Kalau memang sudah paham dasar akuntansi bisa input sendiri ke sistem. Sekarang sistem accounting harganya bervariasi sesuai kebutuhan UMKM.

Apalagi yang omzetnya udah 500 juta + setahun. Udah harus rapi pembukuannya buat ngitung pajak.

Jadi usaha mom pembukuannya sudah rapi apa masih ada yang berantakan? by @restulia
2
a month ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up