Instagram story viewer> @stormer_bdg> Posts
12
followers
229
following
¡A la mierda con el sistema!
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
 by @stormer_bdg
0
23 days ago
Download
Kill by @stormer_bdg
0
24 days ago
Download
Era 80an adalah masa rezim orba menyapu Indonesia by @stormer_bdg
0
a month ago
Download
Dongker: Punk sebagai Praktik Sosial. 

Punk dalam perkembangan budaya populer Indonesia tidak dapat dipahami hanya sebagai genre musik atau gaya berpakaian. Punk merupakan subkultur yang mempertemukan musik, estetika, identitas, komunitas, dan kritik sosial. Dalam perkembangannya, terjadi pergeseran dan negosiasi antara punk sebagai identitas estetis dan punk sebagai praktik sosial. Dongker, band punk asal Bandung, dapat digunakan sebagai studi kasus untuk melihat hubungan kedua aspek tersebut.

Dongker terbentuk dari lingkungan kreatif Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Latar belakang tersebut turut membentuk karakter visual dan artistik mereka. Musik punk yang dimainkan tidak berdiri sendiri, tetapi dipadukan dengan pendekatan visual, pertunjukan, serta penggunaan balaclava sebagai elemen identitas. Dalam konteks ini, punk berfungsi sebagai identitas estetis: sesuatu yang dapat dikenali melalui suara, pakaian, visual, simbol, dan penampilan.

Penggunaan balaclava menjadi contoh yang jelas. Pada awalnya, balaclava digunakan dalam konteks punk sebagai simbol perlawanan dan kemudian berkembang menjadi bagian dari identitas artistik Dongker. Dengan demikian, estetika tidak hanya menjadi pelengkap musik, tetapi menjadi bagian dari cara band membangun identitas dan berkomunikasi dengan audiens.

Namun, membatasi Dongker hanya sebagai produk estetika punk akan mengabaikan dimensi sosial dari praktik mereka. Sejumlah dokumentasi menunjukkan bahwa Dongker menghubungkan musik dengan persoalan sosial di sekitarnya. Konflik penggusuran Tamansari Bandung, misalnya, menjadi salah satu konteks yang memengaruhi karya dan aktivitas mereka. Dongker pernah membawakan “Tuhan di Reruntuh Kota” di lokasi penggusuran sebagai bentuk solidaritas.

Hal tersebut memperlihatkan perbedaan antara punk sebagai simbol dan punk sebagai praktik. Simbol dapat hadir dalam pakaian, visual, dan musik. Praktik sosial membutuhkan keterlibatan yang lebih konkret dengan lingkungan sosial. Dalam kasus Dongker, musik digunakan tidak hanya untuk merepresentasikan persoalan sosial, tetapi juga untuk hadir dalam ruang publik kaum miskin kota. by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
Technical diagnosis: High ego.
Low feedback acceptance.
Critical resistance to correction.
System repeatedly ignores warning signals. by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
Selamat “merdeka” Kota Bandung 
Dulu semangat Bandung Lautan Api membakar penjajahan,
hari ini cukup membakar kesadaran tanpa perlu membakar kota lagi.
Walau pemerintah pusat kadang terasa amburadul,
warga tetap bisa berjuang dengan cara yang lebih waras: bersuara, mengingatkan, dan menuntut kesejahteraan.
Karena merdeka hari ini bukan soal api, tapi soal keberpihakan. 🔥 by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
Pengen ngopi ambek Mas @faridstevy jeung Kang @manjasad by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
Gubernur retret.
Bupati retret.
Pengurus MBG baris-berbaris.
Manajer Kopdes siap hormat.
Tinggal Pak RT nunggu jadwal latihan terjun payung. 

son of a bitch reel bisa di download gratis mau lagu semua tinggal dm, di negara kondisi kere extreme yang di butuhkan rakyat adalah pikiran yang waras. Tak ada endorse endorse fucking disgrace .. Gaskeun Lostang .. Mau ngetag orang orang berpengaruh seni adi luhung by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
JIKA JOGJA PUNYA GEDUNG JEFFERSON, BANDUNG PUNYA KEBON WARU.

Dua kota. Dua tempat. Dua jejak sejarah yang berbeda namun sama sama mengingatkan kita pada satu masa ketika banyak manusia kehilangan kebebasan setelah pergolakan politik 1965.

Gedung Jefferson di Yogyakarta pernah digunakan sebagai tempat pemeriksaan dan penahanan pada 1965–1966. Di Bandung, Kebon Waru menjadi salah satu tempat penahanan tahanan politik dalam periode yang sama.

Di balik nama-nama tempat itu, ada manusia.

Ada orang tua yang menunggu anaknya.
Ada istri yang menunggu suaminya.
Ada anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah atau ibu.
Ada orang orang yang bertahun-tahun kehilangan kebebasan, sebagian tanpa pernah menjalani proses peradilan.

Kita tidak harus sepakat dengan pilihan politik seseorang untuk berempati kepada penderitaannya.

Empati bukan berarti membenarkan semua tindakan.
Empati berarti berani melihat manusia di balik label, stigma, dan propaganda.

Hari ini kita mungkin hanya melihat bangunan.
Tetapi bagi sebagian keluarga penyintas, tempat-tempat itu menyimpan ingatan tentang ketakutan, kehilangan, dan perpisahan.

Karena itu, mari belajar sejarah dengan kepala dingin dan hati yang manusiawi.

Jangan mewariskan kebencian.
Wariskan ingatan.
Wariskan empati.

Kebon Waru 65 bukan sekadar nama tempat.
Ia adalah pengingat bahwa ketika sejarah menjadi gelap, manusia tetap harus diperlakukan sebagai manusia.

#KebonWaru65 #GedungJefferson #Jogja #Bandung by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
KEBON WARU- BANDUNG '65

 TAPOL, PENAHANAN POLITIK, DAN KEADILAN YANG BELUM SELESAI

Bandung, Jawa Barat, 1965.

Sebuah tahun yang tidak hanya tercatat sebagai titik balik politik Indonesia, tetapi juga sebagai awal dari rangkaian penangkapan, penahanan, kekerasan, dan perubahan struktur sosial yang dampaknya berlangsung jauh melampaui tahun 1965.

Di tengah situasi politik yang sangat tegang setelah peristiwa 30 September 1965, negara dan aparat keamanan melakukan operasi penindakan terhadap individu-individu yang dituduh memiliki hubungan dengan Partai Komunis Indonesia, organisasi yang dianggap berafiliasi, maupun kelompok politik kiri.

Dalam konteks tersebut, muncul kategori tahanan politik atau tapol.

Salah satu ruang yang kemudian menjadi bagian dari sejarah penahanan politik di Jawa Barat adalah Kamp Tahanan Kebon Waru, Bandung.

Secara geografis, Kebon Waru berada di kawasan Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, di sekitar koridor Jalan Jakarta. Sumber alamat yang tersedia mencantumkan lokasi lembaga pemasyarakatan di Jl. Jakarta No. 29, Bandung.

Tetapi sebuah alamat tidak pernah hanya menjadi koordinat geografis ketika ia memiliki sejarah manusia.

Di balik tembok penjara terdapat individu yang kehilangan kebebasan, keluarga yang kehilangan kepastian, serta kehidupan sosial yang berubah akibat stigma politik.

TAPOL DAN MEKANISME PENAHANAN

Istilah tapol bukan sekadar kategori administratif.

Ia membawa konsekuensi sosial dan politik yang panjang.

Bagi sebagian orang, penahanan berarti hilangnya kebebasan fisik. Namun bagi keluarga mereka, konsekuensinya dapat meluas menjadi kehilangan pekerjaan, tekanan sosial, diskriminasi, keterasingan, serta stigma yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kesaksian Suparman Amirsyah mencatat bahwa ia masuk ke Kamp Tahanan Kebon Waru pada 6 November 1965, setelah sebelumnya mengalami penahanan di lokasi lain di Bandung.

Kesaksian semacam ini penting sebagai sumber sejarah lisan. Namun secara metodologis, kesaksian harus dibaca dengan membedakan antara apa yang dialami langsung oleh saksi, apa yang disaksikan terhadap orang lain, dan apa yang didengar dari pihak ketiga. by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
Cornelis ( londo ireng) merupakan representasi simbolik dari individu pribumi yang berintegrasi ke dalam struktur militer kolonial Hindia Belanda. Tokoh ini tidak merujuk pada individu tertentu, melainkan menjadi metafora atas fenomena historis ketika sebagian masyarakat lokal direkrut untuk mendukung kepentingan kolonial dalam mempertahankan kekuasaan di Nusantara.
Dalam praktik kolonial, pemerintah Hindia Belanda memanfaatkan prajurit pribumi sebagai bagian dari strategi militer dan politik. Kehadiran mereka memungkinkan pemerintah kolonial memperluas kontrol wilayah sekaligus menghadapi berbagai gerakan perlawanan yang muncul di berbagai daerah. Pasukan kolonial yang di dalamnya terdapat prajurit pribumi terlibat dalam operasi militer menghadapi tokoh-tokoh perlawanan seperti Pangeran Diponegoro di Jawa, Tuanku Imam Bonjol di Sumatra Barat, Sisingamangaraja XII di Tanah Batak, dan Cut Nyak Dhien di Aceh.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa dominasi kolonial tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer Eropa, tetapi juga melalui proses kooptasi dan pemanfaatan sumber daya manusia lokal. Dengan demikian, kolonialisme menciptakan hubungan kekuasaan yang kompleks, di mana sebagian anak negeri menjadi bagian dari institusi yang justru digunakan untuk menekan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial itu sendiri.
Cornelis menjadi simbol dari dilema historis tersebut ketika loyalitas terhadap struktur kolonial ditempatkan di atas solidaritas terhadap perjuangan masyarakat pribumi. Tokoh ini menggambarkan bagaimana kepentingan ekonomi, status sosial, tekanan politik, maupun peluang mobilitas dalam sistem kolonial dapat membentuk pilihan individu untuk menjadi bagian dari aparatus kolonial.
Melalui narasi "Cornelis Un – Java", The Stormer menghadirkan refleksi kritis mengenai mekanisme kolonialisme yang mempertahankan dominasinya bukan hanya melalui kekuatan senjata, tetapi juga melalui keterlibatan sebagian masyarakat lokal dalam struktur militer dan birokrasi kolonial. by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
Loud on karaoke. Quiet on accountability. Pick your stage wisely. by @stormer_bdg
0
2 months ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up