Instagram story viewer> @_cikitaclaudy> Tagged
POSTS STORIES REELS TAGGED
Hari ketujuh Babad Lembana lumayan sibuk, dari pagi hingga malam. Musyawarah berjudul “Dendang Kampung” mempertemukan dua penyiar radio, @alamandaw & @_cikitaclaudy. Siang jelang sore, di bawah panas yang menggigit, @elmarenji memimpin peribadatan di makam tak bernama di bukit perigi melalui pertunjukan berjudul “Amanat Awanama”. Sore adalah milik @perempuanxpresif. Kelompok dari Bangkalan ini membawa pertunjukan “Long-Nolongèn” dan memainkannya di dapur Rumah Lembana. Habis magrib, kami bersiap menggelar tiga pertunjukan terakhir, tapi angin bertiup kencang hingga menerbangkan terop panggung. Kami memindahkan panggung ke teras rumah dan segera memulai pertunjukan. Ceramah @asariwidi terasa intim dan menerbitkan rasa haru, apalagi ceramah dilakukan di teras rumah, terasa sangat dekat. Lantas Sanggar Kalengbubus menakwil teks (lalu diterjemah secara verbatim ke dalam bahasa Madura) @rchmtmstmn berjudul “Kebun Warisan: di Bawah Kelambu”. Pertunjukan digelar di ‘kebun’ kaki Bukit Perigi untuk memberi efek ‘nyata’ atas peristiwa yang dimainkan. @dani_sbudiman menutup pertunjukan hari terakhir melalui karya terbarunya adan perluasan percakapan atas Ebeg Banyumasan, “Wara Wuru”. Dan Babad Lembana 2024 ditutup dengan pengumuman lomba azan untuk seniman kontemporer yang berkunjung ke lembana. Azan yang dilalukan @arbial_syam tak bisa tak dimenangkan sebab terlalu indah dan merdu, agak mirip azan di tivi-tivi.
12
Musyawarah: Dendang Kampung

Program ini hendak memperbincangkan khazanah permusikan kampung, mulai dari tembang-tembang kenangan hingga hits terkini yang hinggap di telinga warga kampung. Percakapan dalam program ini akan melibatkan para hadirin Babad Lembana, yang berasal dari berbagai daerah, dari berbagai kampung. Mereka tumbuh bersama lagu-lagu yang tidak hanya menandai kedaerahan masing-masing, tapi juga menandai gejala zaman.

Melalui format musyawarah, Athia Alamanda (Suara Giri FM, Gresik) dan Claudya Cikita (XChannel Pamekasan), dua penyiar radio yang kerap menerima request lagu-lagu nostalgia, akan berbagi perspektif mereka. Bagaimana lagu-lagu ini—yang dekat dengan kampung—menjadi ruang bagi ingatan kolektif, membawa rindu, dan menyambung cerita antar generasi.

Di tengah arus musik populer, Dendang Kampung mengajak kita mendengarkan kembali suara-suara yang membentuk kampung halaman, di mana tembang sederhana bisa menjadi penanda zaman dan penenun kenangan.
15
back to up