Instagram story viewer> @agusleonardus> Tagged
POSTS STORIES REELS TAGGED
Beberapa rekaman persiapan dan pembukaan pameran “Lenggang Jogjakarta”

Ajakan untuk ikut berpameran saya terima pada awal Januari 2025, diikuti dengan undangan untuk bertemu dengan para calon peserta pameran di rumah Agus Leonardus di Depok, Sleman, sepekan kemudian, guna membicarakan gambaran umum pameran, lalu disusul dengan survei lokasi pameran ke Omah Petroek di Pakem, Sleman, dua pekan setelahnya.

Komunikasi lantas mengendur hingga paruh pertama Maret. Memasuki April, para peserta pameran berjumpa lagi di Bentara Budaya Yogyakarta, Kotabaru, dan JogJazz Kitchen and Cafe, Demangan, buat mematangkan persiapan pameran, sebelum mencetak karya masing-masing, dengan bahan dan finishing yang berbeda-beda.

Karya para peserta akhirnya dipertemukan di Omah Petroek pada Jumat Agung, di bawah guyuran hujan deras, kemudian dipasang di ruang pamer pada esoknya dengan bantuan mas Hemanu, mas Harmanto, dan mas Iwan, siap menyambut acara pembukaan pada Minggu Paskah.

Pembukaan berlangsung hangat dan meriah, walau tempat pameran kami letaknya cukup jauh dan berselimut hawa dingin. Banyak kawan yang lama tidak bertemu menyempatkan hadir.

Di dalam rangkaian acara pembukaan, Rama Sindhunata menyanyikan lagu keroncong “Lenggang Surabaya”, tetapi syairnya diganti dengan kisah Pak Kliwon si tukang becak, yang dia tulis untuk pameran foto Agus Leonardus tentang para tukang becak pada November 2005 di BBY. (Judul pameran “Lenggang Jogjakarta” dipinjam dari judul lagu keroncong tersebut.)

Kejutan tambahan di dalam acara pembukaan yaitu penampilan impromptu Kinanti Sekar Rahina yang bagus sekali, merespons foto-foto lama pertunjukan mendiang ayahnya, Jemek Supardi, karya Arief Sukardono. Lewat gerakannya, Sekar seperti berhasil ‘menghidupkan’ kembali sosok ayahnya, sang pantomimer legendaris Yogyakarta, yang berpulang pada 2022.

Di dalam pameran ini, saya menyertakan foto kawasan Titik Nol KM Yogyakarta, yang biasanya ramai dipadati pengunjung, terlihat sepi dan nyaris kosong di tengah pagebluk Covid-19. Saya merekamnya memakai kamera ponsel pada 8 April 2020—tepat lima tahun lalu.

Foto bersama para peserta pameran (salindia 13–14) oleh Farid Wahdiono.

Yogyakarta, April 2025
14
back to up