Instagram story viewer> @alithebeat2> Tagged
3K
followers
2186
following
Pengamat Lantai Dansa Jakarta
Co-Founder @indonesiadancechart
PDJI 2024-2027
EDM enthusiasts
Pernah jadi reporter di Nightlife Media
POSTS STORIES REELS TAGGED
Jelang 4 Dekade DJ RIM

Indra alias DJ RIM adalah salah satu nama yang ikut membentuk perjalanan skena underground Jakarta. Kariernya dimulai sejak era 1988–1990 bersama (alm.) Pierre Sutanto dan Andi Curtis dalam The Three Musketeers, yang turut mengangkat nama Club Musro.

Memasuki era ’90-an, RIM membentuk tim DJ Turntable Orchestra bersama Chris Soegono, Guntur, Taha, Adjie, dan Nino. Salah satu tonggak penting lainnya adalah ketika RIM menjadi Head DJ B1 Music Box, Niaga Tower Sudirman pada 1994. Perjalanannya kemudian berlanjut di Cafe AutoMobili Lamborghini pada 1998–2000.

Sepanjang kariernya, RIM juga pernah berbagi dek dengan sejumlah nama besar dunia seperti Louie Vega, Hernan Cattaneo, Carl Craig, Peter Kruder, Kevin Saunderson, Sven Väth, Tiësto, Felix Kröcher, Danny Howells, dan masih banyak lagi.

Spesialisasinya bergerak dari Disco Sound, House hingga Techno Funk. Namanya juga sempat masuk nominasi Techno DJ Of The Year – REDMA 2007 dan Best DJ – Paranoia Awards 2007.

Tak hanya di balik turntable, RIM juga aktif di dunia label dan event. Ia pernah bergabung dengan CMM under Musica sebagai A&R Label Manager, terlibat dalam rilisan kompilasi DANCE MIX 2000 melalui kerja sama EMI dan Underground Music Department (UMD) Italia, serta menjadi bagian dari Elektra666, yang meraih Paranoia Awards pada 2005 dan 2007.

Pengalamannya kemudian membawa RIM berperan sebagai DJ, organizer, sekaligus konsultan untuk berbagai venue seperti Hangover, Gusto, Cafe Del Mare Bali, Midaz Senayan & Bali, Artesian, hingga Lufre.

2026 menjadi tahun ke-39 perjalanan RIM di kancah dance music Indonesia. Dan menuju angka 40 tahun pada 2027, sebuah perjalanan baru mulai dipersiapkan.

Sebelum sampai ke perayaan 4 dekade tersebut, RIM akan tampil untuk pertama kalinya di rangkaian MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di The Mandalika, dalam acara “Race In Paradise” pada 9–11 Oktober 2026.

Bisa dibilang, perjalanan ini menjadi Road To 40 — sebuah perjalanan menuju empat dekade DJ RIM di tahun 2027.

39 years in the making.
Road to 40.

*Ali The Beat

#DJRIM #RoadTo40 #DJRIM40Years #IndonesianDJ #IndonesiaDanceCulture #DanceMusicIndonesia #ElectronicMusicIndonesia
22
Stadium Jakarta Resmi Buka, Sang Legenda Kembali Menghidupkan Dancefloor

Setelah lebih dari satu dekade vakum, Stadium Jakarta akhirnya resmi membuka pintunya dan mengawali babak baru di industri dance Indonesia. Sejak 1997, Stadium bukan sekadar club malam, tetapi telah menjadi ikon Electronic Dance Music di Tanah Air—tempat lahirnya berbagai cerita, persahabatan, dan perjalanan musik yang membentuk kultur clubbing Indonesia.

Bagi banyak orang, Stadium adalah rumah. Tempat di mana Progressive House, Trance, Techno, hingga anthem-anthems legendaris menjadi soundtrack akhir pekan selama bertahun-tahun. Kini, setelah menutup perjalanannya pada 2014, sang legenda kembali menghidupkan denyut dancefloor.

Setelah Soft Opening awal Juni lalu, "The New Dimension Chapter" menjadi peresmian kembali nya salah satu nama terbesar dalam sejarah nightlife Indonesia.

Malam pertama dibuka oleh DJ Bobby Suryadi, salah satu ikon yang melekat erat dengan sejarah Stadium, ditemani ZBRX, serta resident DJ Zaldy, Dynna, Sandra, R Jodi, dan MC Big Bunch. Suasana berubah menjadi penuh nostalgia ketika layar LED raksasa menampilkan logo Stadium beserta cuplikan visual dari era kejayaannya. Banyak wajah lama kembali memenuhi lantai dansa, bernyanyi bersama, dan seolah mengulang memori yang sempat terhenti selama bertahun-tahun.

Atmosfer itu berlanjut di malam kedua saat Nikki Frazetta mengambil alih panggung utama, didukung oleh Zaldy, Krazy Sandi, Octav, Dixie, Starla, dan MC Big Bunch. Generasi lama dan baru berpadu dalam satu dancefloor, menikmati permainan Progressive House, Melodic, hingga deretan club anthem yang pernah menjadi soundtrack kehidupan malam Jakarta.

Kembalinya Stadium bukan hanya tentang sebuah venue yang kembali beroperasi. Ini adalah kebangkitan sebuah kultur, ruang berkumpul bagi komunitas, sekaligus pengingat bahwa sejarah dance music Indonesia terus berlanjut.

Selamat datang kembali, Stadium Jakarta. Selamat membuka babak baru. Semoga sang legenda kembali menjadi rumah bagi generasi lama maupun generasi baru pecinta Electronic Dance Music di Indonesia.

*Ali The Beat

#StadiumJakarta #TheNewDimension #StadiumReturns #IndonesiaDanceCulture #ClubCulture
14
back to up