Instagram story viewer> @angelicadayak> Tagged
93.3K
followers
888
following
𝐏𝐫𝐨𝐮𝐝 𝐃𝐚𝐲𝐚𝐤 𝐈𝐛𝐚𝐧🍃
𝐃𝐚𝐲𝐚𝐤 𝐀𝐜𝐭𝐢𝐯𝐢𝐬𝐭 🦅
𝐎𝐰𝐧𝐞𝐫 𝐨𝐟 @akarbajakahdayak @angeldenatureofficial @mazaltovbride @pijattradisionalangeldenature
@imanuel.christofel
POSTS STORIES REELS TAGGED
Ngopi boleh sederhana. Diskusinya luar biasa.
Bersama Rocky Gerung, Airlangga, Sidratahta, Angelica dan Pak Dewan Bonny, membahas road show "Marhaenisme" 2.0.

Sejarah, ideologi, filsafat, geopolitik, hingga masa depan Indonesia bertemu di satu meja. Memang seru... seserunya.
237
Peredaran konten bertema ritual, santet, dan balas dendam di media sosial kembali menuai sorotan. Sejumlah unggahan bahkan secara eksplisit mencantumkan identitas “orang Dayak” atau simbol budaya Dayak dalam narasi kemampuan mencelakai seseorang, memunculkan kekhawatiran baru: potensi stigma terhadap budaya dan masyarakat adat.

Penggunaan nama budaya Dayak dalam promosi praktik supranatural dinilai problematis. Di satu sisi, masyarakat adat memiliki tradisi, kearifan lokal, serta sistem pengobatan tradisional yang merupakan bagian dari warisan budaya. Namun di sisi lain, penggambaran yang identik dengan santet, ancaman, dan balas dendam berisiko menyederhanakan bahkan menyesatkan makna budaya Dayak yang sesungguhnya kaya akan nilai gotong royong, hukum adat, dan spiritualitas yang menjunjung keseimbangan alam.

Pengamat sosial dan budaya menilai, pencantuman identitas etnis dalam konten sensasional dapat memicu stereotip negatif di ruang publik digital. Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya merugikan citra masyarakat Dayak, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antar kelompok masyarakat.

Selain aspek budaya, konten bernuansa ancaman atau klaim kemampuan mencelakai orang lain juga berpotensi bersinggungan dengan aturan hukum, terutama jika mengandung unsur intimidasi, penipuan, atau eksploitasi ketakutan publik. Tokoh adat dan pemerhati budaya diharapkan turut bersuara untuk meluruskan narasi yang keliru. Pelestarian budaya seharusnya menghadirkan kebanggaan dan pemahaman, bukan ketakutan maupun stigma.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa ruang digital bukan hanya soal kebebasan berekspresi, tetapi juga tanggung jawab menjaga martabat budaya. Ketika identitas adat digunakan tanpa konteks yang tepat, yang dipertaruhkan bukan sekadar konten—melainkan kehormatan sebuah budaya.
10
Isu kemurnian lembaga adat kembali menjadi perhatian publik di Kalimantan Barat. Sejumlah tokoh masyarakat Dayak menilai pentingnya menjaga marwah dan legitimasi lembaga adat Dayak melalui mekanisme kepengurusan yang selaras dengan nilai, garis keturunan, serta kearifan adat Dayak setempat.

Sorotan ini mencuat seiring munculnya pertanyaan dari masyarakat adat Dayak di sejumlah wilayah terkait proses pembentukan kepengurusan lembaga adat di tingkat kecamatan. Informasi yang dihimpun KDK menyebutkan, masih terdapat mantir adat dan tokoh kampung yang mengaku tidak mengetahui adanya musyawarah adat atau proses pemilihan sebelum susunan pengurus ditetapkan.

Menurut para tokoh adat, lembaga adat Dayak bukan sekadar organisasi formal, melainkan simbol identitas, kedaulatan budaya, serta wadah representasi masyarakat adat Dayak di wilayahnya masing-masing. Karena itu, proses pembentukan kepengurusan dinilai harus dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan melibatkan unsur adat Dayak yang memiliki legitimasi secara turun-temurun.

Penegasan juga diarahkan pada pentingnya garis keturunan Dayak dalam struktur lembaga adat. Hal ini dipandang sebagai upaya menjaga kemurnian lembaga adat Dayak agar nilai-nilai adat, martabat, dan wibawa masyarakat adat Dayak tetap terpelihara. Tanpa kejelasan mekanisme dan dasar penetapan pengurus, dikhawatirkan akan memicu polemik serta menurunkan kepercayaan masyarakat adat Dayak terhadap lembaga adat itu sendiri.

Ke depan, sejumlah tokoh berharap lembaga adat Dayak di Kalimantan Barat menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi bersama. Pelibatan mantir adat, tokoh masyarakat Dayak, dan komunitas adat Dayak sejak awal dinilai penting agar setiap keputusan memiliki legitimasi adat yang kuat dan benar-benar mencerminkan kehendak masyarakat adat Dayak.

Ulasan ini diharapkan menjadi rujukan kritis dan konstruktif bagi lembaga adat Dayak dalam menjaga kemurnian, marwah, serta peran strategisnya sebagai penjaga nilai-nilai adat dan identitas masyarakat adat Dayak di Kalimantan Barat.

#KamiDayakKalbar
35
Eighty-four years of life, wisdom, and friendship celebrated in one room. Thank you for adding your kindness, your stories, and your love to an evening that became far more meaningful than we could have imagined...

Uraaa!!!
15
Dear God,

Teach me not to lose my softness because of betrayal and not to beg for love where sincerity no longer lives

And if this feeling of being unseen is part of the journey You designed for me, then please remind me gently: even the stars shine alone before they illuminate the sky...

Amen.
32
JAKARTA – Aliansi Pemuda Kalimantan bersama sejumlah elemen dari Sumatra berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Senin (6/7/2026). 

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap seringnya pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. 

Koordinator aksi menyatakan akan mendesak Presiden mengevaluasi hingga mencopot jajaran direksi PLN apabila persoalan tak kunjung terselesaikan. 

Massa disebut menargetkan sekitar 1.000 peserta sebelum bergerak menuju Istana Presiden. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PLN maupun kepolisian terkait rencana aksi tersebut.

Sumber: Unggahan media sosial @kaltimku.id @balikpapanku dan informasi yang beredar melalui akun @infojakarta30. 

Selengkapnya di www.kdk.news

#kdknews
#demopln #pemudakalimantan
#jakarta
34
Sebuah kapal besar datang ke Merauke, membawa ratusan alat berat dengan pengawalan militer.

Bagi masyarakat adat, itu bukan sekadar kedatangan alat proyek—melainkan tanda dimulainya perkebunan industri berskala besar di tanah leluhur mereka.

Dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” merekam kisah masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu yang menghadapi ekspansi sawit dan tebu untuk proyek biodiesel serta bioetanol di Papua Selatan.

Melalui rekaman lapangan dan riset investigatif, film ini menyoroti bagaimana proyek besar tersebut berdampak pada hutan, tanah adat, dan kehidupan masyarakat setempat.

Bagaimana pendapat kalian tentang film ini?

#FilmPestaBabi #Papua #Indonesia #WestPapua #KamiDayakKalbar
1k
115
Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menyoroti hilangnya tulisan semboyan atau falsafah hidup masyarakat Dayak di salah satu titik strategis kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hilangnya salam adat tersebut dinilai bukan sekadar persoalan tulisan, melainkan menyangkut identitas, kehormatan, dan pengakuan terhadap masyarakat Dayak sebagai tuan rumah di Pulau Kalimantan.

MADN menilai penghilangan semboyan Dayak berpotensi mengikis eksistensi serta kearifan budaya masyarakat adat. Falsafah Dayak yang selama ini menjadi pegangan hidup dan simbol persaudaraan memiliki makna historis dan filosofis yang mendalam, sehingga keberadaannya dinilai penting dalam merepresentasikan jati diri masyarakat Dayak di ruang publik nasional.

Menurut MADN, simbol budaya bukan sekadar ornamen pelengkap pembangunan, melainkan representasi nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, lembaga adat tersebut meminta agar tulisan semboyan Dayak segera dibangun dan dihadirkan kembali sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas lokal.

Selain mendesak pemulihan simbol budaya, MADN juga menghimbau jajaran Dewan Adat Dayak (DAD) untuk menyampaikan sikap secara terbuka dan konstitusional, termasuk melalui aspirasi damai. Langkah tersebut disebut sebagai tanggung jawab moral dalam menjaga martabat dan keberlanjutan nilai-nilai adat di tengah arus pembangunan nasional.

MADN berharap pemerintah dan Otorita IKN merespons persoalan ini secara bijaksana, dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap kearifan lokal serta semangat kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

#KamiDayakKalbar
141
back to up