Instagram story viewer> @catatanpakdosen> Tagged
POSTS STORIES REELS TAGGED
Berkesempatan berdiskusi singkat dalam Podcast FISIP Talk bersama Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmuddin, S.H., S.U., M.I.P. (Prof. Mahfud MD/ @mohmahfudmd), yang akan segera tayang di kanal YouTube FISIP Untirta (@fisipuntirta_).

Dari percakapan singkat tersebut, saya menangkap satu refleksi penting: persoalan hukum kita sesungguhnya tidak semata-mata terletak pada kekurangan aturan.

Kita memiliki konstitusi, undang-undang, serta berbagai peraturan yang jumlahnya terus berkembang. Dalam dinamika kehidupan bernegara, perubahan dan revisi terhadap peraturan tentu merupakan sesuatu yang wajar dan diperlukan untuk menyesuaikan hukum dengan perkembangan zaman.

Namun, persoalan yang tidak kalah fundamental adalah siapa yang menjalankan aturan tersebut dan bagaimana integritas mereka dalam melaksanakannya.

Hukum yang baik membutuhkan lebih dari sekadar rumusan norma yang baik. Ia membutuhkan integritas, keteladanan, dan komitmen dari para pelaksana hukum agar aturan tidak berhenti sebagai teks, tetapi benar-benar hadir sebagai instrumen keadilan dalam kehidupan masyarakat.

Sebuah percakapan singkat, tetapi memberikan ruang refleksi yang panjang tentang hukum, kekuasaan, dan tanggung jawab dalam kehidupan bernegara.

Terima kasih Prof. Mahfud MD telah berkunjung ke FISIP Untirta, berbagi pemikiran, sekaligus memberikan motivasi dan inspirasi bagi sivitas akademika FISIP Untirta.

Sampai jumpa di FISIP Talk. Segera tayang di YouTube FISIP Untirta.
35
Alhamdulillah, sebuah amanah baru telah dimulai.

Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bukan sekadar pencapaian personal, melainkan sebuah komitmen untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi saya, menjadi dosen adalah panggilan untuk terus belajar, menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat, serta membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

Sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa bukanlah tugas yang selesai di ruang kelas. Ia hadir dalam setiap proses pembelajaran, riset yang memberi solusi atas persoalan publik, serta pengabdian yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terima kasih kepada keluarga, para guru, dosen, sahabat, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi untuk kemajuan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dunia pendidikan, dan Indonesia.

Bismillah, mengabdi melalui ilmu, berkarya untuk negeri.
85
back to up