Instagram story viewer> @coylektif> Tagged
POSTS STORIES REELS TAGGED
Seorang mahasiswa di Jember melaporkan dugaan ancaman penyebaran video intim dan pemaksaan seksual ke Polres Jember setelah berkenalan melalui MiChat.

Korban awalnya mengira lawan bicaranya perempuan. Namun, saat bertemu di sebuah hotel, terlapor disebut merupakan pria berpenampilan feminin. Korban mengaku dipaksa melakukan aktivitas seksual dengan ancaman video intimnya akan disebarkan.

Didampingi LKBHMI Cabang Jember, korban kemudian melapor ke polisi dan menyerahkan sejumlah bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

#heymedia #heyjember #jember #michat #jemberhariini
261
INTERNATIONAL MOVING IMAGE SCREENING : NOW!!!

PRESENTING THE WORKS OF : 

Prawira Bhaktinagara ( Bandung)
A Damn ( Bekasi )
Choiru Prandhono ( Padang Panjang )
Wildan Hidayat ( Kangean )
Iqbal Ariefurrahman ( Yogyakarta )
NAT ( Jember )

22 AUGUST 2026
19.00 WIB ( On Time )

FREE

AT STUDIO SERAKIT, JAMBUAN ANTIROGO, JEMBER, EAST JAVA, INDONESIA
14
INTERNATIONAL MOVING IMAGE SCREENING : NOW!!!

PRESENTING THE WORKS OF : 

Arief Budiman ( Yogyakarta )
Edwin Roseno ( Jember )
Asep Saepuloh ( Bandung )
Alex Adam ( USA )
Dymisme ( Jember )
Alfi Ch feat Taring Padi ( Yogyakarta )

22 AUGUST 2026
19.00 WIB ( On Time )

FREE

AT STUDIO SERAKIT, JAMBUAN ANTIROGO, JEMBER, EAST JAVA, INDONESIA
11
INTERNATIONAL MOVING IMAGE SCREENING : NOW!!!

PRESENTING THE WORKS OF : 

Eris Setiawan ( Yogyakarta )
Salma Khairunnisa ( Bandung )
Garcia Iktia ( Surabaya )
Wanmuhaimin Etaela ( Thailand )
Eri Wijayanto ( Jember )
Daniel Satyagraha
and Gemini Kim ( Bali / South Korea )
Hudson Jones ( Australia )
Heirosay ( Surabaya )
Eunji Cho ( South Korea )

22 AUGUST 2026
19.00 WIB ( On Time )

FREE

AT STUDIO SERAKIT, JAMBUAN ANTIROGO, JEMBER, EAST JAVA, INDONESIA
11
INTERNATIONAL MOVING IMAGE SCREENING : NOW!!!

is founded on the idea that the moving image is not merely a medium of representation, but a space for constructing, deconstructing, and reimagining narratives. The program explores the intersections of speculative histories, public archives, collective memory, and technology as ways of uncovering stories that have been hidden, marginalized, or forgotten.

By bringing together fiction and non-fiction, archives and personal experiences, oral histories and popular culture, the program proposes alternative readings of the past while offering new perspectives on the realities of the present. Moving image is positioned as a medium that bridges memory, imagination, and lived experience, creating a space for critical, poetic, and experimental dialogue.

NOW marks a moment to reflect on how moving images can document change, challenge dominant narratives, and imagine new possibilities for understanding the relationships between the past, the present, and the future.

Berangkat dari gagasan bahwa gambar bergerak bukan sekadar medium representasi, melainkan ruang untuk membangun, membongkar, dan membayangkan ulang narasi. Program ini mengeksplorasi hubungan antara sejarah spekulatif, arsip publik, ingatan kolektif, dan teknologi sebagai cara untuk mengungkap cerita-cerita yang tersembunyi, terpinggirkan, atau terlupakan.

Melalui pendekatan yang memadukan fiksi dan nonfiksi, arsip dan pengalaman personal, serta sejarah lisan dan budaya populer, program ini membuka kemungkinan pembacaan alternatif terhadap masa lalu sekaligus menghadirkan perspektif baru dalam memahami realitas masa kini. Moving image diposisikan sebagai medium yang mampu menjembatani memori, imajinasi, dan pengalaman, sekaligus menciptakan ruang dialog yang kritis, puitis, dan experimental.

NOW menjadi penanda atas momentum untuk merefleksikan bagaimana citra bergerak dapat merekam perubahan, mempertanyakan narasi yang mapan, dan menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam melihat hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
🗓️ Sabtu, 22 AUGUST 2026
⏰ 19.00 WIB - SELESAI

FREE HTM

📍STUDIO SERAKIT, JAMBUAN ANTIROGO, JEMBER, EST JAVA, INDONESIA
11
back to up