Instagram story viewer> @destiantos> Tagged
4.9K
followers
1662
following
@destiantos.studios • @storyoncraft
—
Pemesanan Buku Yasin - All Is Well via Pre-Order:
POSTS STORIES REELS TAGGED
When an artist has a thought, they make art. Cahyo Destianto (@destiantos), seniman asal Lampung, sempat kepikiran satu hal tentang kematian: “Kalau nanti meninggal, buku Yasin saya kalau bisa yang bagus desainnya” Alih-alih cuma jadi pikiran lewat, ia benar-benar merancang buku Yasin versinya sendiri, lengkap dengan ilustrasi dan kemasan

Buku ini jadi karya utama dalam seri merchandise “Hidup Apa Yang Kita Jalani Ini?” Meski idenya datang dari pemikiran soal kematian, Cahyo berharap buku tersebut tak hanya menjadi penanda perpisahan, tetapi juga cara mengenang dan merayakan hal-hal yang pernah terjadi dalam hidup

Ada pula pesan “All is well” yang ia tujukan untuk dirinya sendiri: segala sesuatunya akan baik-baik saja, selama kita mau berhenti sejenak dan mengingat siapa yang memberi kita hidup Surat Yasin dipilih karena dekat dengan banyak orang dan kerap dibaca saat memohon pertolongan, ampunan, keberkahan, serta keselamatan. Your thoughts?👀💭

[📸 @destiantos]
-
#USSFeed
299
Seniman asal Lampung, Cahyo Destianto atau @destiantos, membuat buku Yasin versinya sendiri dengan pendekatan visual yang berbeda dari buku Yasin pada umumnya. Selain mengubah desain dan layout, Cahyo menambahkan ilustrasi serta packaging yang membuat buku tersebut tampil lebih personal dan estetik.

Ide tersebut berawal dari pemikirannya tentang kematian. “Kalau nanti meninggal, buku Yasin saya kalau bisa yang bagus desainnya,” menjadi gagasan yang kemudian mendorong Cahyo membuat buku ini. Baginya, buku Yasin tidak hanya menjadi tanda perpisahan, tetapi juga bentuk suka cita atas apa yang telah terjadi dalam hidup. Buku ini menjadi main item dari seri merchandise “Hidup Apa Yang Kita Jalani Ini?”.

“All is well” menjadi pesan Cahyo untuk dirinya sendiri bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja. Ia memilih buku Yasin karena surat Yasin begitu dekat dengan kehidupan kita dan kerap dibaca dalam momen meminta pertolongan, ampunan, keberkahan, dan keselamatan. Melalui karyanya, Cahyo mengajak untuk berhenti sejenak dan kembali mengingat kepada siapa kita diberi kehidupan.

Via: @destiantos
#kulturdomestik
53
back to up