Instagram story viewer> @feth.co> Tagged
429
followers
5
following
Memenangkan kebenaran
#bukadulubiartau
POSTS STORIES REELS TAGGED
Kita tidak bisa memilih dilahirkan sebagai anak siapa atau tumbuh di lingkungan seperti apa. Itulah yang disebut dengan takdir.

Namun setelahnya, kebudayaan mengambil peran yang berdampak terhadap kehidupan. Apa yang kita lihat, pelajari, dan lakukan setiap hari akan membentuk karakter, cara berpikir, hingga cara kita memperlakukan orang lain secara perlahan. Karena itu, membangun masyarakat yang kooperatif selalu dimulai dari membangun budaya yang lebih baik.

#ISLT2026
#MiladBungHattaKe124
#Lahirnya100HattaMuda
#MenujuMasyarakatKooperatif
#100KetuaOSISTerbaik
14
Di tengah dunia yang semakin kompleks, kepemimpinan tidak lagi cukup hanya tentang kemampuan memimpin.

Ia dimulai dari kemampuan memahami, mendengar, dan merasakan apa yang dihadapi orang lain. Sebab perubahan yang bertahan lama lahir dari empati, bukan sekadar otoritas.

Indonesian Students Leadership Training 2026 hadir bukan sebagai pelatihan biasa, melainkan ruang tumbuh bagi individu yang percaya bahwa setiap tantangan dapat diselesaikan melalui kolaborasi. Tempat bertemunya beragam latar belakang, gagasan, dan pengalaman untuk saling belajar serta bertumbuh bersama.

Kami percaya bahwa pemimpin terbaik bukanlah mereka yang berjalan paling jauh sendirian, melainkan mereka yang mampu mengajak banyak orang melangkah menuju tujuan yang sama.

Karena masa depan tidak dibangun oleh satu orang hebat, tetapi oleh banyak orang yang mampu memahami, mempercayai, dan menguatkan satu sama lain.

ISLT 2026
Empathy. Collaboration. Impact.

#yayasanproklamatorbunghatta #hattaaksaraproject #2026
63
Aku baru kepikiran, mungkinkah term “berhala” itu bukan sekedar patung secara literal, melainkan sebuah kiasan? tentang sesuatu yang dibuat manusia dan disembahnya dan ia berharap mendapat pertolongan darinya). Bukankah kita bisa pula menciptakan berhala-berhala baru di kehidupan modern ini? Dan mungkin kita telah menciptakannya.

Bentuknya mungkin semacam hp yang dicari pertama kali saat bangun tidur, pekerjaan yang kita takut sekali kehilanganya karena merasa hidup kita tergantung pada pekerjaan itu, atau bos yang kita anggap telah jadi juru selamat hidup kita karena memberi pekerjaan bahkan jabatan, Uang yang kita pikir “segalanya membutuhkan uang” dan ciptaan-ciptaan manusia lainnya yang justru ia malah berharap kepadanya. Padahal, itu malah membutuhkan bantuan pula.

Maka sungguh luar biasa menurut saya arti syahadat yang ditafsir secara sastrawi oleh Cak Nur; “Tiada tuhan (dengan t kecil) selain Tuhan (dengan T kapital).” Bahwa yang kita hapuskan bukan saja patung, melainkan tuhan-tuhan kecil (yang bisa berbentuk hp, popularitas, atasan, uang, pekerjaan) yang kita anggap sebagai penolong dan tempat bergantung hidup. Padahal tiada tempat bergantung dan tempat meminta pertolongan selain Allah, Tuhan semesta alam, yang berkuasa di langit dan bumi, dan memiliki semua isinya, dan penentu dari segala sesuatu.

Kesadaran ini, aku dapat ketika nonton film Nabi Yusuf. Ada di youtube, baru upload 4 bulan lalu. Sudah di trrjemahkan ke bahasa Indonesia. Aku saranin teman-teman usia 20an pada nonton sih. Soalnya relate banget sama kehidupan kita 🌻 selamat merubuhkan pahala-pahala yang telah kita ciptakan sendiri, kawan-kawan. Berkabar yaa
23
Kubu "marunguik" atau "manih muluik"?

#minang #sumbar #hijrah
38
back to up