Instagram story viewer> @nikiwi> Tagged
POSTS STORIES REELS TAGGED
๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ฎ๐˜ฆ-๐˜ฎ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ด. 

Sepenggal pengantar di atas langsung berkelindan di kepala saya yang sadar tak sadar mengaminkan pernyataan tersebut. Senyum saya merekah, tak sabar menanti apa yang menunggu di halaman selanjutnya. 

Sesuai dugaan, sajian reportase dalam buku ini memang ditujukan bagi orang-orang penuh rasa penasaran, laiknya saya, yang kesulitan mencari tulisan serius atas hal-hal yang seringnya dijadikan bahan guyonan. 

Sebagaimana yg disematkan dalam sampulnya, #ParadeHantuSiangBolong adalah kumpulan reportase jurnalistik menyoal mitos dan lokalitas. Semua tulisan disajikan dalam format jurnalisme sastra, yang nampak seperti fiksi, namun berisi kenyataan. Lewat buku ini, Mbak #TitahAW memberi kita kesempatan untuk mengintip dialog antara rasionalisme dan mistisisme. 

Menempatkan Ebeg Banyumas sebagai reportase pembuka sudah tentu menjadi keputusan strategis cerdas yang berhasil memantik pembaca untuk terus membuka halaman demi halaman reportase lainnya. Kalo boleh jujur, tulisan-tulisan semacam inilah yg selalu berhasil memuaskan rasa haus saya akan pengetahuan. 

Harus diakui, dalam hidup yang nyatanya tak pernah terlalu saintifik ini, modern dan tradisi selalu berjalan beriringan dan terikat pada waktu. Saya senang, bagaimana Mbak Titah mengubah olah bentuk informasi yg ia dapatkan dari lapangan menjadi tajuk-tajuk informatif tak kekurangan empati. 

Sebagaimana yang mungkin kita tahu, saat berbagai rupa konser musik digelar, masih ada kelompok yang memenuhi hasrat hiburannya dengan menonton orang kesurupan. Ketika kini orang-orang sibuk berganti olahraga dari satu jenis raket ke raket lainnya, masih ada begundal-begundal yg senang mengayunkan celurit di jalanan untuk berolahraga dan menyalurkan adrenalinnya. Itulah lokalitas. Hal sesehari yg seringnya luput dari pengamatan. 

Hal lain yg membuat saya senang dengan reportase Mbak Titah adalah bagaimana caranya hadir dengan tanpa berusaha memoles apa yg ada. Mbak Titah menawarkan perspektif berbeda tentang apa yang sering disebut "katanya". Jujur, lugas, dan sudah tentu bernas.

Mbakkk, saya ngefans!!
14
Selamat untuk Kak @nikiwi ๐Ÿฅณ Silakan DM keterangan pengiriman paketnya ya ๐Ÿฅฐ

Terima kasih temen-temen yang udah ikutan! Sampai jumpa di giveaway berikutnya!

Tags:
#bookstagram #bookstagramindonesia #reviewbuku #bookreview #rekomendasibuku #bookrecs #bookhaul #giveawaybuku #infogiveaway #bukugratis
26
rahasia salinemเฑจเงŽ

what if, kamu baru tau rahasia nenekmu setelah beliau tiada?

Buku ini bercerita tentang Tyo, yang setelah kepergian neneknya, Mbah Salinem, mencoba bersama buliknya untuk mengulik resep pecel legendaris sang nenek. Tapi siapa sangka, semakin dalam ia menggali resep, semakin banyak pula rahasia masa lalu mbah Salinem yang terungkap. ๐Ÿ˜จ

โ€ [Review] โ€
Sebenernya udah lama berseliweran dan covernya bener-bener Indonesia banget!๐Ÿ˜ dan cantik eh ternyata isinya secantik dan secampur aduk layaknya pecel๐Ÿฅน. Alurnya maju-mundur tapi transisinya rapi karena tiap kembali ke masa lalu atau masa kini akan diberi keterangan tempat dan tahun. Ada cukup banyak dialog berbahasa Jawa yang gak diterjemahkan tapi gampanglah ya tinggal di googling wkwk.๐Ÿ˜—

Buku ini sangat heartwarming dan aku sangat amat dibuat salting ketika salinem menemukan cintanya ๐Ÿ˜ณHEHEHEHE HEHEHEH TAPI HABIS ITU? AH SUDAHLAH YTTA๐Ÿ˜‡. Hampir semua karakternya sangat baik tapi yang jahat disini adalah keadaan, waktu dan situasi. Right person, wrong time itu REAL!๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜“

Penggambaran era perang dan pasca perang terasa nyata, aku berasa kayak jalan di lorong waktu, menyaksikan langsung keluarga Soekatmo berjuang bangkit dan Salinem yang tegar, tulus dan gak menye-menye. Jelas karakter Salinem menjadi karakter favoritku, bagaimana ia memilih mengabdi ke keluarga Soekatmo dibanding memikirkan masa depannya yang juga bisa memiliki keluarga kecil (bagian ini bener-bener bikin apa ya? sampai bingung aku ngejelasin perasaan sendiri๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ). Tapi Tyo juga patut diacungi jempol, terima kasih sudah mencari tahu masa lalu Mbah Salinem.

Cover dan judulnya pas banget dengan isi cerita, manis, getir, penuh cinta, persahabatan dan pengorbanan. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil mulai dari arti sahabat sejati sampai ketulusan memberi tanpa pamrih. 

๐Ÿ“šWisnu suryaning adji, Brilliant Yotenega | 390ย Page | hisfic

๐“† โ‹†. #beartaudsreview #rahasiasalinem ๐“† โ‹†.
73
ronggeng dukuh parukเฑจเงŽ

what if, kamu menjadi seorang ronggeng yang diagung-agungkan oleh masyarakat desa? tapi, apa itu benar menjadi kebahagiaanmu? atau justru sebaliknya?๐Ÿค”

Buku ini terdiri dari 3 bagian yang membentuk sebuah trilogi yaitu, catatan buat emak, lintang kemukus dini hari dan jantera bianglala

โ€ [Review] โ€
Siapa yang terseok-seok setelah baca buku ini????
ME! 100% ME.๐Ÿ˜ฉ๐Ÿ˜“

ini adalah karya pertama pak Ahmad Tohari yang aku baca dan wow! buku ini berhasil mengacak-acak emosiku๐Ÿšจ๐Ÿ’”. Cerita dimulai dari masa kecil Srintil dan Rasus, jadi sepanjang membaca rasanya aku jadi saksi hidup tumbuh kembang mereka berdua. Bagian yang cukup aku pertanyakan kenapa tidak ada yang melarang atau memberi tau Srintil kecil bahwa ia harus melepas keperawanannya di usia belasan demi menjadi ronggeng?๐Ÿ˜“๐Ÿ’”MARAH BANGETTTTT SAMA ORANG-ORANG DISANA!๐Ÿคฌ

Dukuh paruk digambarkan dengan sangat kelam, begitu pula kehidupan para perempuannya terkhususnya Srintil๐Ÿ˜”. Buku ini bukan cuma soal cinta dan budaya tapi juga politik, sejarah, adat dan yang paling terasa bagaimana perempuan terus menerus menjadi korban.

Aku suka dengan perkembangan karakter Srintil. Semakin dewasa dia semakin tahu apa yang dia inginkan, meskipun jalan untuk bebas itu gak mudah??๐Ÿ˜ž. Dan Rasus?? HALO RASUS? BAWA SRINTIL KELUAR DARI SANA KOCAKKKKKK GGGRRRRRAAAAHHHHH๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ค(tapi sebenernya kasihan juga sama rasus๐Ÿ˜”) dan pada zaman itu siapa sih yang benar-benar punya pilihan bebas?? Srintil dikekang oleh banyak hal, adat, masyarakat, bahkan politik. Tapi meski sesuatu itu terlambat, aku tetap mau bilang terima kasih sudah kembali. 

โ€”Lanjut di replyโ€ฆ

๐Ÿ“–ipusnas
๐Ÿ“šAhmad Tohari | 406ย Page | hisfic-romance

๐“† โ‹†. #beartaudsreview #ronggengdukuhparuk #ahmadtohari #reviewbarengbooksmail #bacadiipusnas
82
๐Ÿ”– Reading The Book Thief by Markus Suzak ๐Ÿ“•

The Book Thief, novel karya Markus Zusak, bukan sekadar cerita tentang seorang anak yang mencuri buku. Ia adalah refleksi penuh luka, harapan, dan kemanusiaan, disampaikan dari sudut pandang yang tak biasa: kematian itu sendiri. ๐Ÿชฆ 

Kisah ini dimulai dengan Liesel Meminger, seorang gadis kecil di Jerman yang harus menghadapi kematian adiknya dan perpisahan dengan ibunya di usia yang terlalu muda. Ditinggalkan di stasiun kereta yang dingin dan asing, Liesel akhirnya dibawa ke rumah keluarga Hubermann, pasangan suami istri sederhana yang tinggal di sebuah kota kecil. Di sinilah, dalam kehangatan pelukan ayah angkatnya Hans yang penyabar dan tegasnya Rosa yang berlidah tajam, hidup Liesel perlahan berubah. Namun, perubahan terbesar tidak datang dari mereka, melainkan dari buku, dan dari tindakannya mencuri buku pertama di pemakaman adiknya. 

Liesel tidak hanya mencuri buku, ia mencuri dunia. Ia mencuri makna, pelarian, dan harapan dari halaman-halaman yang nyaris dibakar oleh rezim Hitler. Kata-kata, bagi Liesel, adalah nyala lilin di tengah gelapnya perang. ๐Ÿฅ€

Dalam rumah sederhana keluarga Hubermann, Liesel belajar membaca, belajar mencintai, dan belajar bertahan. Persahabatannya dengan Rudy Steiner, anak tetangga berambut lemon dan hati besar, menghadirkan secercah cahaya dalam hari-hari yang suram.

Namun babak paling menggetarkan datang ketika Max Vandenburg, seorang pemuda Yahudi, datang ke rumah mereka untuk bersembunyi. Liesel dan Max, meski berbeda latar, menemukan kesamaan: keduanya tersisih, sama-sama menanggung kehilangan, dan sama-sama menemukan makna melalui kata-kata. Max menulis buku untuk Liesel di tengah persembunyiannya, sementara Liesel membacakan dunia luar untuk Max saat ia jatuh sakit. 

Keunikan The Book Thief terletak pada naratornya. Kematian berbicara tidak dengan nada menyeramkan, tapi dengan suara yang lelah, manusiawi, dan tak jarang filosofis. Ia bukan entitas jahat, melainkan saksi bisu penderitaan manusia. Selama membaca buku ini, aku merasa terserap ke masa lalu โœจ

#bookstagramindonesia 
#thebookthief
#markussuzak
15
back to up