Instagram story viewer> @rchmtmstmn> Tagged
POSTS STORIES REELS TAGGED
TIDAK ADA KOORDINAT YANG BERDIRI SENDIRIAN

Hoah, akhirnya sempat, setelah demam reda, sebelum bulan berganti.
-
Malam terakhir MIWF 2026, di tengah duetnya bersama klub Makassar Menyanyi, @pace_santana_ mengajak semua bersuara, “Papua Bukan Tanah Kosong!”, seribuan orang bersama, menggema merdu sekali.

Di tengah huru-hara, intimidasi dan krisis segala rupa, momen seperti itu jadi satu dari banyak hal yang buat saya, membuat MIWF berarti.

Bekerja sebagai salah satu kurator di MIWF 2026 tentu adl hal mengejutkan, menyenangkan, dan menantang sekali tahun ini. Saya yang sehari-hari terbiasa bekerja sendiri atau dalam tim kecil, belajar menjadi bagian dari sesuatu yang amaaaat besar!

Mengalami bagaimana sebuah gagasan harus melalui banyak sekali negosiasi sebelum terwujud jadi ruang, jadi percakapan, jadi tubuh-tubuh yang hadir, jadi sesuatu yang dibawa pulang —dg banyak sekali cara (viva la global cognitive justice!, setiap orang belajar dg cara yg berbeda🐛🦋).

Tapi sejujurnya, melihat corat-coret kami di canva perlahan berubah jadi nyata rasanya sungguh ajaib sekali!
(semacam “Ih, dulu nulis sambil ngerumpi nggak jelas sama @aziziahprilya dan @juli.sastrawan🤪)

135+ kolaborator, 140+ program, 200+ panelis, 300+ volunteer, 15rb+ pengunjung, di sebuah festival literasi. Tapi di MIWF saya belajar bahwa kerja kebudayaan bukan cuma soal program yang selesai atau panel yang ramai, tapi tentang bagaimana kita berelasi satu sama lain. bagaimana kita bertahan di tengah lelah, salah paham, tekanan, juga ketakutan-ketakutan (dan intel) yang sering muncul sekelebat.

Berbulan-bulan saya mendengar @rchmtmstmn bilang, “festival sebagai metode”, tapi ketika menjalaninya sendiri saya baru betul-betul paham, tema “Re-Co-Ordinate” tahun ini melampaui sekedar gagasan, ia adalah cara kerja itu sendiri.

Relasional, lapis-lapis, konstelasi, navigasi.

Banyak yang tidak mudah di MIWF tahun ini. Namun seberapapun naif ini terdengar, saya bahagia sekali sebab MIWF membuat saya —dan semoga kamu— tidak merasa sendirian menghadapi hari-hari ini.

Ada harapan, dan saya melihatnya di banyak tempat: Di tangan-tangan yang mencatat di sela-sela panel, 

(lanjut di kolom komentar)
35
Makassar Creative Hub kami siapkan untuk masa depan anak muda.

Di forum MIWF 2026, saya berbicara tentang bagaimana Makassar Creative Hub (MCH) bukan sekadar gedung atau ruang berkegiatan, tetapi pusat lahirnya ide, kolaborasi, dan talenta kreatif anak muda Makassar. Kami ingin MCH menjadi ruang terbuka yang bisa digunakan siapa saja untuk berkembang, berkarya, dan membangun jejaring kreatif hingga ke level nasional maupun internasional.

Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memperkuat ekosistem industri kreatif dengan menghadirkan lebih banyak ruang kreatif yang inklusif dan mudah diakses. Ketika anak muda diberi ruang untuk tumbuh dan mengejar mimpi, di situlah kreativitas akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan Kota Makassar.
12
Dengan Aan & Rachmat, 11 April 2026, toko buku Kobam di Menteng. Di dinding itu adalah foto karya bang Poriaman Sitanggang. 
.
Kenalkah dengan Aan & Rachmat ?, kenalkah dengan dua penulis di belakang kami?
27
back to up