Instagram story viewer> @rifqiulima> Tagged
POSTS STORIES REELS TAGGED
Tinambung Chapter, Boys day Out ๐Ÿ‘ถ๐Ÿผ
15
Apakah "sekolah" bagi kita? Dan apakah "kita" bagi sekolah?

Pertanyaan-pertanyaan ini menggelantung dalam lembar-lembar buku "sekolah itu candu" karya Roem Topatimasang. Yg barangkali, bagi kebanyakan orang tak pernah sama sekali terlintas dalam benaknya. 

Mengingat hal itu dan mengalaminya dalam kegiatan SCP di Pulau Bonetambu, mungkin ini bisa menjadi tulisan yg menarik.

Di lepas pantai kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, terdapat perkampungan tertua orang Bajo. Di sana berdiri sekolah dasar Mantigola. Tempat dimana pendidikan berlangsung dengan ajaib. Murid secara bergiliran diberi tugas (lebih kepada kewajiban) menjemput guru setiap pagi dan mengantarnya kembali siang hari. Dengan jarak 2,8 KM, melewati selat yg jika air sedang surut, sedalam 2-8 meter. Terkadang jika murid telat menjemput, diberi hukuman mencari ikan. Terserah mencarinya di laut, atau meminta ke org tua. Hukuman ini justru dipandang menyenangkan bagi murid, menyebur dan memancing ikan di salah satu laut terdalam Indonesia. 

Seperti itukah pendidikan? Sekolah? Atau barangkali ada yg salah dari cara guru menghukum?
Hal-hal ajaib, memang biasa terjadi di negeri ajaib. Termasuk cara pendidikan diselenggarakan. Bukankah pendidikan harusnya menyenangkan? Sehingga membuat setiap pelajaran mudah untuk dipahami? Atau sudah betulkah pendidikan di kelas-kelas itu? Pendidikan seragam yg menyamaratakan setiap anak? Melabelinya dalam peringkat-peringkat. Menghadirkan si bodoh dan si pintar?

Di Bonetambu, saya melihat wajah lain pendidikan Indonesia. Dan barangkali beginilah seharusnya pendidikan. Bukan memisahkan mahasiswa ataupun siswa dengan kenyataan yg ada. Namun justru membuatnya terjun langsung dan turut merasakan. Sehingga terjadi kesatuan teori dan praktik. Melangit, sekaligus membumi.

Sebelum penjajah tiba, nenek moyang kita tidak kenal ijazah, sekolah juga tak ada. Tapi mereka belajar, belajar segala soal. Melaut, menanam. Mengenal alat-alat penting. Semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah.

Dan satu lagi, ternyata bukan hanya ladang yg jadi tempat menanam. Laut pun sama. Bagi masyarakat Bonetambu, laut adalah tempat menanam, menanam tumbuhan bernama "harapanโœจ".
41
Bersemi sekebun ๐ŸŒป
13
back to up