Instagram story viewer> @sisiplusbykatadata> Tagged
10.8K
followers
14
following
Delivering intelligence and opportunity in connecting people, organizations, and industries for business success. In corporation with @katadatacoid
POSTS STORIES REELS TAGGED
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan potensi tsunami deepfake seiring semakin canggihnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ia menyebut disinformasi telah masuk dalam lima besar risiko global menurut World Economic Forum (WEF) untuk dua tahun ke depan.

“Deepfake ini mungkin kita akan menghadapi tsunami deepfake yang luar biasa. Karena artificial intelligence makin lama makin canggih,” kata Nezar dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 bertajuk “Humas Sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia” di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (17/10).

Nezar mencontohkan kasus perusahaan konstruksi asal Hong Kong yang mengalami kerugian US$25 juta akibat penipuan deepfake. Dalam sebuah rapat daring, seorang staf keuangan tertipu oleh rekayasa visual yang menampilkan jajaran direksi palsu hingga melakukan 15 kali transfer uang.

Menurutnya, teknologi deepfake kini semakin mampu menghasilkan video dan suara yang menyerupai aslinya, sehingga sulit dibedakan dari konten autentik. Kondisi ini menciptakan realitas sintetis yang berpotensi memperburuk penyebaran disinformasi.

Kreator Konten: E. Lintang
Editor: Ameidyo Daud Nasution

#KonvensiHumasIndonesia #Katadatacoid #KalauBicaraPakaiData
32
Ketua Umum PERHUMAS Boy Kelana Soebroto menyampaikan sejumlah pesan kepada generasi muda humas Indonesia. Salah satunya, ia mendorong generasi muda humas untuk menguasai kecerdasan buatan (AI) tanpa mengesampingkan hati nurani.

“Kuasai kecerdasan buatan, tetapi jangan pernah menyerahkan hati nurani kepada mesin,” kata Boy dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 bertajuk “Humas Sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia” di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (17/10).

Menurut Boy, masa depan profesi humas tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling cepat menguasai teknologi, tetapi oleh siapa yang paling bijaksana dalam menggunakannya.

Selain itu, Boy berpesan agar generasi muda humas tidak berpuas diri menjadi pembuat konten yang sekadar mengejar algoritma. Ia mendorong mereka untuk berkembang menjadi pemikir strategis, berani mempertanyakan, mampu mendengarkan, cermat memahami persoalan, serta teguh menjaga kebenaran.

Kreator Konten: E. Lintang
Editor: Ameidyo Daud Nasution

#KonvensiHumasIndonesia #Katadatacoid #KalauBicaraPakaiData
11
back to up