Instagram story viewer> @ticstories> Tagged
1.3K
followers
860
following
🇮🇩 | Books, movies, anything in between 😎
DM for Collab!!
📚 2025 ➡️ 27/100
Chaotic stories everyday😄
POSTS STORIES REELS TAGGED
✿ 𝑺𝒆𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑩𝒊𝒔𝒂 𝑫𝒊𝒑𝒊𝒔𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 ✿

❀
Buku ini berawal dari seorang anak perempuan bernama Sofia yang mulai mempertanyakan dirinya. Mengapa banyak hal yang tak sesuai dengan logikanya namun tetap di jalankan oleh ibunya. Sampai-sampai ia berharap ibunya memikirkan hal yang sama seperti dirinya. Pernikahan yang tidak bahagia lebih masuk akal untuk ibunya sofia namun tidak untuk Sofia. Bagaikan menggenggam telur busuk yang seharusnya dibuang tapi tak kunjung dibuang hingga menyebab efek baunya pun menjalar ke Sofia dan adiknya. Dan dari sini lah akar kebencian mulai tumbuh menjalarkan perlahan dari sisi Sofia..
❀
Buku ini memiliki alur yang maju dengan POV si Sofianya itu sendiri. Aku suka buku ini karna tipikal buku dengan bahasa serta penyampaian yang ringan tapi tidak untuk isu yang diangkat didalamnya. Trauma, kerinduan yang mendalam akan sosok ibu yang dulu tapi bersamaan pula dengan kebencian akan sosok ibu yang sekarang menjadi satu dalam diri Sofia. 
❀
Diawal membaca buku ini, aku belum ngeuh mengapa Sofia sebegitunya tidak mau sama seperti ibunya. Sampai akhirnya aku menemukan secuil fakta alasan sesungguhnya mengapa Sofia menjadi karakter yang bingung, naif, rumit dengan dirinya sendiri. 
Hingga pas progress baca 87% asli aku kasian sama sofia. Dia bener-benar di hantui dengan ibunya. Dihantui dengsn rasa bersalah, rasa muak, rasa ingin mempertanyakan segala halnya dengan "KENAPA BU?" 🥺😔😭💔
❀
Bagi teman-teman yang lagi nyari bacaan yang berunsurkan slice of life dengan bumbu konflik hubungan anak ➡️ orang tua RECOMMEND sekali baca buku ini. Cocok jadi bacaan yang nyari referensi buku tipis tapi perasaan didalamnya berat❤️‍🩹

#reviewdarichika #seakanbisadipisahkan #ruhaeniintan #penerbitkpg #sliceoflife
51
Sekarang aku paham kenapa Cantik Itu Luka begitu populer. Tema yang dibahas dalam buku ini campursari: sejarah, tragedi keluarga, absurditas, seksualitas, kekerasan, kolonialisme, perbudakan, dan karakter-karakter perempuan yang hidupnya—seperti tidak hidup—hanya sebagai pelengkap pria. Kompleks!

Aku mengalami beberapa fase selama membacanya. Mulai dari masa excited, kemudian syok walau sudah mengantisipasi bakal sevulgar itu, sampai akhirnya masuk ke fase bosan. Iya, beneren bosan. Ada sesuatu yang repetitif dalam cara Eka Kurniawan memperlakukan para perempuannya: mereka terus-menerus berada dalam situasi ekstrem, terdesak, dan seolah harus bertahan dengan tubuh serta seksualitas mereka. Namun, andai saja perempuan-perempuan di buku ini tidak didesain sedesperate itu, mungkin Cantik Itu Luka tidak akan se-hits ini. Mungkin.

Meskipun kejadian-kejadiannya sering mengejutkan, secara plot-wise aku merasa ceritanya tidak membentuk pola naik-turun. Lebih seperti pembaca dipaksa berdiri di pucuk, lalu dari sana kita dicekokin marabahaya, berangkat dari satu kegilaan hingga ke kegilaan berikutnya. Intens dan mengejutkan. Oleh karena terus berada di level ekstrem, lama-lama efek kejutnya ikut menurun.

Butuh waktu berhari-hari sampai akhirnya buku ini selesai. Bukan karena tidak menarik, tetapi karena Cantik Itu Luka bukan tipe buku yang bisa dibaca sambil lalu. Ada banyak hal yang harus dicerna, walaupun pada ujungnya banyak juga kejadian yang kulewatkan begitu saja karena sudah “biasa”.

Namun, terlepas dari segala pandangan dan seleraku, aku mengerti kenapa buku ini dianggap salah satu karya penting dalam sastra Indonesia kontemporer. Cantik Itu Luka memang punya cara sendiri untuk terus menemukan pembacanya. Ada yang sudah baca?

#bookstagramindonesia #bookreels #book #historicalfiction #cantikituluka
30
Kalau sebuah ajaran agama mengharuskanmu mematuhi semua perkataan pemimpinnya—bahkan sampai berhitung 10 + 6 = 17—apakah kamu masih akan percaya?

•••
SESAT membawa kita ke sebuah pulau dengan ajaran agama X yang dipimpin Pamasa, sosok yang dipercaya sebagai perpanjangan tangan Sang Agung. Di tempat ini, perkataan Pamasa bukan sekadar nasihat, melainkan perintah. Menghina atau membelot darinya adalah pelanggaran. Hubungan laki-laki dan perempuan harus mendapat restu. Bahkan hal-hal yang terdengar sesederhana makanan pun punya aturan sendiri. Semakin banyak aturan yang terungkap, semakin terasa bahwa ada sesuatu yang salah di balik kepercayaan ini.

Dibandingkan terbitan iyamisu lokal @penerbitharu sebelumnya, buatku vibes SESAT terasa jauh lebih intens. Rasa ngeri, takut, dan merindingnya benar-benar sampai. Ada sensasi seperti sedang masuk ke tempat yang seharusnya tidak kita datangi. Seramnya dapat! Meski begitu, aku agak kurang cocok dengan beberapa penyelipan kisah Pamasa di tengah cerita karena menurutku sedikit menurunkan pace yang sebelumnya sudah terasa mencekam.

Aku berharap eksplorasi soal asal-usul kepercayaan/agama X dan sejarah para Pamasa terdahulu bisa digali lebih dalam. Bukan cuma untuk menjawab rasa penasaran, tapi juga supaya atmosfernya punya nuansa gotik yang lebih pekat, muram, dan mengganggu. Karena menurutku, ada potensi besar untuk membuat dunia SESAT terasa jauh lebih kelam.

Setelah menamatkan buku ini, harapanku satu: semoga @midorinaomi berkenan menulis buku keduanya. ✌🏻 Rasanya masih ada banyak hal yang bisa dibongkar dari pulau dan kepercayaan ini. 😁

•••

Bukunya bagus! Sampai repot-repot ada ilustrasi Pulau X dan denah balainya juga. 🙌

#bookstagramindonesia #bookreels #bookreview #iyamisu #mysterythriller
26
Sebagian besar dari kita mungkin mengingat sisa-sisa penjajahan Belanda dan Jepang. Padahal, jika digali lebih jauh, juga ada bangsa lain yang pernah menguasai kita. Pernah mendengar istilah Triple G? Mungkin familier, ya. 3G adalah semboyan yang sering digunakan sebagai motivasi bangsa-bangsa Eropa saat melakukan penjelajahan samudra, kolonialisme, dan penjajahan, termasuk ke wilayah Indonesia. Mereka mengusung semangat Gold, Glory, dan Gospel.

Pada abad ke-16, Spanyol resmi menancapkan jejak kolonialismenya di Indonesia. Mereka datang ke Maluku untuk mencari dan menguasai perdagangan rempah-rempah (Gold), bersaing dengan bangsa Eropa lain demi kejayaan kerajaan (Glory), dan aktif menyebarkan agama Kristen di beberapa wilayah Indonesia Timur (Gospel). 

Para pejuang kita, rakyat Minahasa khususnya, berjuang keras melawan serdadu Spanyol di Benteng Amurang. Melalui Inani Keke, akan diperlihatkan bagaimana Spanyol yang semula datang untuk 3G namun terjerembap oleh Portugis. Beruntungnya, mereka diselamatkan oleh nelayan Babontehu yang merasa sepenanggungan; sama-sama ditindas oleh Portugis. Tapi, sayangnya, yang ditolong malah tidak tahu diri dan menindas balik penyelamatnya.

Wai Ranoyapo memperjuangkan kembali mereka-mereka yang dicelakakan oleh Spanyol, dengan nekad teguh. Meskipun Eropa memiliki kekuatan yang penuh ambisi dan penuh eksploitasi, semangatnya tidak luntur. Selanjutnya, pada Trabar Batalla, perjuangan diteruskan oleh anaknya, Pepito, yang memiliki obsesi balas dendam yang tak kalah sangar. 

Kedua buku ini bukan cuma menggambarkan bengisnya kolonialisme, tapi juga didominasi roman sejarah yang mengawinkan dua peradaban: Minahasa dan Eropa. Disusun dengan foto-drama yang menjadikan vibes buku ini terasa sinematik, pun narasinya berbentuk prosa tapi terasa “ringan” menjadikannya mudah untuk diikuti. Selain itu, ada campuran bahasa Tontemboan dan Spanyol yang terasa otentik.

Berminat untuk baca? 

#bookstagramindonesia #bookreels #bookreview #shiramedia #fiction
10
Di antara begitu banyak tokoh dalam Bharatayudha, mungkin Karna adalah karakter yang sulit ditempatkan dalam kotak “pahlawan” ataupun “penjahat”. Secara teknis, dia memang terlihat mengkhianati Pandawa, tapi, keadaan memaksanya untuk memilih Kurawa.

Lahir sebagai bangsawan, tumbuh besar sebagai anak dari pasangan kusir kuda. Memiliki kemampuan luar biasa, apalagi sejak berguru dengan Rama Parasu, kemampuan Karna meningkat pesat. Namun, sayang beribu sayang, label kasta Suta Putra membuatnya harus menahan diri untuk tidak unjuk kemampuan. Seperti orang-orang pintar di Konoha yang dibungkam suaranya …. Ciattt!

Beruntungnya, Pertiwi yang tak pernah ia lihat, sekalipun yang melahirkannya, datang membelanya. Duryudana. Gelar adipati di Awangga berhasil didapatkan, kasta Karna seketika naik saat itu juga. Tidak lama dari itu, Kunti, Pertiwi yang memberinya nyawa, datang memohon ananda untuk kembali ke muasal. Saat itulah Karna melawan, ia sudah putuskan untuk setia sama Kurawa.

Di tangan para pencerita wayang seperti Sujiwo Tejo, tokoh-tokoh Mahabharata—atau epos mana pun—tidak benar-benar hitam atau putih. Pun, karakter yang disorot sebagai tokoh utama selalu menarik tapi tersembunyi; kata orang-orang sekarang sih, “hidden gem.”

Walau belum akrab dengan bahasa yang puitis nan filosofis, aku tetap terpana dengan alunan alur yang ditawarkan. Sepanjang baca buku ini ga berhenti-henti browsing untuk cari tahu lebih detail lagi akan kisah-kisah Karna dan para tokoh lainnya. Ditambah lagi lukisan ekspresionis yang melimpah … semakin menambah keseruan. Tidak lupa memutar lagu-lagu Sujiwo Tejo dari barcode yang disebar sepanjang halaman. Akhirnya kupakai salah satunya sebagai background music saat bikin reel ini. Sedappp pokoknya!

🎶 Zaman Edan 🎶

•••
Oh ya, buat kamu yang kepo sama bukunya, boleh cek link product di reel berikut atau klik bio-ku ya! 

#bookstagramindonesia #bookreels #bookreview #bentangpustaka #books
24
Wen Yifan tak menyangka akan bertemu Sang Yan, teman SMA yang dia sukai, di sebuah bar dekat kantornya. Lebih tak disangka-sangka lagi ternyata teman serumah barunya adalah Sang Yan.⁣
⁣
Pada awalnya, Wen Yifan menyusun skenario agar laki-laki itu pindah. Namun lambat laun, keduanya mulai terbiasa lagi dan saling bergantung akan kehadiran masing-masing.⁣
⁣
Nostalgia akan masa muda dan cinta pertama membawa mereka pada kesempatan kedua. The First Frost menyajikan romansa cinta tanpa syarat secara mendalam yang menumbuhkan perjalanan emosional tulus, hingga akhirnya mampu menemukan jati diri dan cinta sejati.⁣
⁣
---⁣
❄️ The First Frost Buku I⁣
Penulis: Zhi Yi⁣
Penerjemah: Naomi Midori⁣
Penyunting: Francisca Ratna⁣
Penyelaras Akhir: Puput Alvia⁣
Tata Letak: S. Makruf⁣
Ilustrasi dan Rancang Sampul: Thurfatun Nadhifah (@cakueee)⁣
Penerbit: @shiramedia⁣
Cetakan I, 2025⁣
⁣
Pertama kali tau drama Cina The First Frost pas tayang di Netflix Feb-Maret 2025. Tahun lalu aku nonton pas udah tayang semua eps sambil nonton When Life Gives You Tangerine yg lagi on going. Ceritanya bagus, tapi emang perlu mood yg cocok pas nonton. Banyak yg komen gak cocok dg TFF karena emang slow burn dan auranya suram.⁣
⁣
Akhir tahun @shiramedia nerbitin boxset Hidden Love dan The First Frost dg cover super cute. Sayangnya masih banyak antrian TBR jadi aku skip p.o-nya. Akhirnya baru bisa beli pas sale 5.5 setelah seminggu marathon nonton ulang dramanya.⁣
⁣
Menurutku TFF versi drama bener2 sesuai dg di novel. Castnya, scenenya, setting tempat dan waktu hampir 80% sama. Tapi di novel lebih detail, jadi lebih ngerti hal2 yg gak dijelasin di drama.⁣
⁣
Menurutku mending nonton dulu biar gak banyak protes, "koq di novel gak ada scene ini?" Ya karena novelnya terbatas pov 3 Wen Yifan, sementara di drama ada banyak cast yg lebih bisa diangkat ceritanya. Misalnya tentang keluarga Zhong Qiao dan Su Haoan. Buku I ini kalo di drama baru sampe eps. 17, sementara dramanya ada 32 eps. ⁣
⁣
Wen Yifan diperankan oleh Zhang Ruonan, sementara Sang Yan oleh Bai Jingting. OSTnya juga bagus-bagus. 💕⁣
⁣
Ada bbrp trigger warning tapi di buku 1 masih aman. Oke aku lanjut buku 2 dulu. 👋🏻

🎨🖌 by me
133
back to up