Instagram story viewer> @guhatheguild> Posts
2.7K
followers
265
following
Home of @realrichsjarief
Studio @rawarchitectureofficial
Library @omahlibrary
visit private
+628161644022
[email protected]
POSTS STORIES REELS TAGGED
Kampoong Guha has been nominated for Finalist in Architizer A+ Awards in the Library Category in 2026. RAW Architecture would like to express deepest gratitude to the Architizer team and Jurors, for the opportunity and recognition given to our work.

Since 2014, we started the library with a small 15 sqm space, growing through the testimonials that we collected from the people who visited. We are deeply grateful for so many supporters: craftsmen, librarians, researchers, academics, writers, collaborators, engineers, designers, including plants and animals that create the reading-healing space.

Kampoong Guha is an on-going process in experimenting programs of bioclimatic and private-shared space to archive architecture knowledge in the form of books, events, videos, and communities. This marks the reflections of spreading the spirit of library as a program that is needed in Indonesia. Library is not limited to its collection of books, but extends to the ecosystem it creates. We reflect that library should hold the living form of knowledge, where it exists not only in written form, but also through people, relationships, activities, and shared intangible experiences. 

Hopefully this project resonates with you, and celebrate with us by voting Kampoong Guha in the Library category. With heartfelt gratitude, we thank everyone involved in this long journey!

@omahlibrary @guhatheguild @realricharchitectureworkshop

Photograph by:
1, 15, 18, 19: @aryophramudhito
7, 8, 9, 12, 16, 20: @luil_mn
3, 4, 5, 6, 9, 10, 13, 14, 17: @kiearch
2, 3, 4, 5, 7, 8: @ericdinardi
Further credit is on our bio, mentioning team: craftsmen-engineers-designers.

#ArchitizerAwards by @guhatheguild
2
5 months ago
Download
Dengan rendah hati untuk mewarnai awal tahun yang baik, RAW Architecture dengan bangga mempublikasi buku The DNA of RAW DOT OMAH yang ditulis dan diterbitkan oleh OMAH Library.

Penulisan buku ini memakan selama 14 tahun tidak selesai-selesai, hingga mencapai 294 halaman. Berisi prototipe-prototipe desain rumah tinggal sebelum melangkah ke proyek yang lebih luas dan publik.

Ada 3 hipotesa di buku ini:

1. Pentingnya proyek personal. 13 prototipe Desain Rumah tinggal menjadi laboratorium awal untuk menguji sikap, metode, dan relasi dengan klien. Proyek tidak hanya dibedah melalui tulisan, tetapi juga melalui dokumentasi yang memperlihatkan bagaimana keputusan desain lahir dari dialog antara iklim, sirkulasi udara, cahaya, keterbatasan material, serta kondisi nyata studio hingga di 2026.

Lihat film pendek Bare Minimalist: https://youtu.be/bKSG4bkLtv8?si=AGHUQVL0Te8r_m8u

2. Pentingnya sistem studio yang tumbuh. Seiring pembacaan terhadap proyek-proyek di atas, buku ini merekam dinamika Studio Garasi RAW Architecture (2010-2015): DNA sebuah keteraturan yang terus hadir, berulang, dan bertahan di tengah perubahan. Proses inilah yang digunakan untuk menggali, membaca ulang, dan menyadari DNA tersebut sampai lahirnya OMAH Library di 2015.

Lihat film pendek Studio Garasi: https://youtu.be/joU_ggPLJOQ?si=ortFZvoRmKb74Tvs

3. Pentingnya masukkan multiperspektif. Buku ini diperkaya oleh 4 narasumber: Anas Hidayat, Indah Widiastuti, Jolanda Atmadja, dan Johannes Adiyanto, untuk menjelaskan bahwa ada posisi ambisi, jiwa kebersamaan padepokan, ikatan batin, dan konteks lokal yang sebenarnya juga ada di ranah praktik global.

Buku ini adalah sebuah penyadaran—pencarian eksploratif yang dibaca ulang di akhir 2025-awal 2026, dan dikembangkan oleh generasi selanjutnya.

Launching buku ini juga kami rayakan dengan mengadakan Open House Sky Studio pada 17 Januari 2026. Seluruh rangkaian acara akan didokumentasikan sehingga yang belum berkesempatan hadir tetap dapat menyaksikannya.

Jika teman-teman tertarik, buku ini bisa di pesan melalui: bit.ly/OrderOMAH

Untuk kegiatan open house bisa mendaftar melalui: bit.ly/OpenHouseRAW (gratis - kuota terbatas) by @guhatheguild
4
9 months ago
Download
Not many friends can be so close that they feel like family. However, one time, Michele Lim came unexpectedly from Singapore to our library. She is the head of @madschooledusg, her passion is in the world of education. Michele focuses on helping young people find their life purpose and equipping them with strategies to face problems, life crises in design, marketing, and advertising. 

Coincidentally, her visions overlap. She believe that every child has the potential for goodness that we must continue to fight for. This reminds us of the concept of mechanical solidarity from Émile Durkheim, where individuals in a society can be connected through the same values, traits, and experiences, almost like family, even though they come from different places and cultures. 

The discussions with Michele flowed so naturally, and meeting her was a memorable moment, unforgettable, and we will always remember. Thank you @madmichellelim and also for Yessica for coming to our place by @guhatheguild
6
2 years ago
Download
Ada yang datang sendiri, ada yang datang bersama teman-teman. Namun, sore itu, dua kunjungan yang berbeda akhirnya bertemu dalam satu pengalaman di Guha.

Kak Afni @imtasubinfa datang sendiri dengan kecintaannya pada membaca dan menulis. Sementara itu, Kak Nat @nataliapratamiputri, Kak Jo @johlizaan , Kak Nada @nadaapriliaf, Kak Andre @and.rewgc dan Kak Tovan @tovanbatavia datang dengan rasa ingin tahu yang sama. Dalam perjalanan menyusuri Guha, mereka yang awalnya datang dalam dua kelompok berbeda, perlahan berbaur dan saling berinteraksi.

Pertanyaan tentang material, desain, dan fungsi ruang muncul sepanjang tour. Lalu, ada pertanyaan spontan yang memancing tawa sore itu "bagaimana kambing bisa berada di lantai dua? Apakah konsepnya seperti kambing gunung yang pandai memanjat tebing?" Celetukan itu membuat suasana sore itu semakin cair.

Di basement, beberapa dari mereka mencoba gerakan rol depan. Momen spontan itu menambah warna dalam perjalanan mereka menyusuri ruang. Kemudian mereka juga menyempatkan diri berfoto. Seperti kata Kak Andre, “Foto dulu sebentar, ya. Kan nanti sudah tidak lewat sini lagi.” mereka ingin kenangan bersama sore itu tetap tinggal dalam sebuah foto.

Pertemuan ini, kami kembali diingatkan bahwa ruang tidak hanya menjadi tempat bagi orang untuk beraktivitas, tetapi juga dapat membuka kesempatan bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk saling berinteraksi dan membangun kebersamaan. Bahwa pengalaman di sebuah bangunan tidak selalu berhenti pada mengamati desain dan memahami fungsi ruang. Ada pula spontanitas, permainan, dan tawa yang menjadi bagian dari cara seseorang mengalami sebuah tempat.

Johan Huizinga, dalam pemikirannya tentang bermain sebagai bagian dari kebudayaan manusia, melihat bahwa bermain memiliki tempat dalam kehidupan kita, jauh melampaui sekadar hiburan. Momen-momen cair sore itu menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah kunjungan arsitektur juga dapat menghadirkan pengalaman bermain dan membangun kebersamaan.

Terima kasih untuk pertanyaan, cerita, dan tawa yang dibagikan sore itu. Sampai bertemu di perjalanan berikutnya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #GuhaTheGuild #LearningThroughSpace

(ty, fm) by @guhatheguild
1
3 days ago
Download
Ada orang-orang yang datang ke studio membawa pertanyaan yang belum selesai. Ada pula yang datang dengan keadaan berbeda, lalu menemukan caranya sendiri untuk belajar. Beberapa bulan terakhir, kami bertemu dengan dua di antaranya, Aldy dan Ben.

Aldy @dieylevi datang dengan hubungan yang cukup rumit dengan arsitektur. Ada satu pertanyaan yang belum selesai, apa ujung dari pendidikan arsitektur? Apakah hanya menjadi arsitek, atau ada cara berpikir dan pengalaman lain yang ikut terbentuk?

Rasa ingin tahu Aldy menemukan banyak arah. Ia belajar dari desain dan bangunan, tetapi juga dari sastra, tulisan, percakapan, dan orang-orang yang ditemuinya. Ia berkesempatan menjadi moderator dalam diskusi OMAH Library. Di lapangan, pertanyaan yang sama hadir lebih nyata, bagaimana sesuatu dibangun, mengapa sebuah keputusan diambil, dan apa yang terjadi ketika gagasan bertemu kenyataan.

Ben @benedictzef datang dengan keadaan yang berbeda. Berada di lingkungan baru membuatnya perlu beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Perlahan, ia mulai mendekat. Duduk bersama, berbincang di luar jam internship, atau sekadar ikut dalam percakapan menjadi bagian dari caranya mengenal orang-orang di studio. Dari sana, ia belajar bertanya, menyampaikan pendapat, dan membawa komunikasi itu ke dalam pekerjaan, bagaimana menjelaskan apa yang dikerjakan dan berdiskusi tentang desain.

Aldy dan Ben menemukan cara belajar yang berbeda. Aldy melalui pertanyaan dan pencarian dari berbagai perspektif, sementara Ben melalui percakapan dan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Dari keduanya, kami kembali melihat bahwa setiap orang bisa menemukan caranya sendiri untuk memahami sesuatu, melalui pertanyaan, percakapan, dan orang-orang yang hadir di sepanjang perjalanan.

Masa internship punya waktunya sendiri untuk selesai. Tetapi pertanyaan, percakapan, dan hal-hal yang dipelajari bersama tidak harus berhenti di sana.

Terima kasih, Aldy dan Ben, sudah menjadi bagian dari hari-hari kami.

Semoga pertanyaan yang belum selesai tetap menemukan jalannya, dan rasa ingin tahu membawa kalian ke banyak perjalanan berikutnya.

Sampai bertemu lagi.

(ty, fm) by @guhatheguild
1
4 days ago
Download
Setiap pagi di Guha ada satu jadwal yang tak pernah meleset. Bukan rapat, bukan tenggat gambar, melainkan jadwal makan kura-kura, kadal, guinea pig, dan sugar glider. Yang memegang jadwal itu Cloudia. Selama ia yang menjaga, tak ada satu pun makhluk kecil di rumah ini yang terlambat makan.

Cloudia @cloudia_ate adalah penjaga dalam arti yang lebih sunyi, memastikan keberlangsungan banyak makhluk di Guha, Pekerjaan ini tak pernah masuk uraian jabatan, tak ada yang memerintahkannya. Justru karena itu ia berharga. Kepedulian yang tak diminta adalah kepedulian yang paling jujur.

Teman teman di front desk mengenal sisi yang sama dalam bentuk lain. Kalau ada pekerjaan baru, Cloudia sabar mengajari sampai jelas. Kalau ada rekan yang kewalahan, ia yang datang lebih dulu. Di tengah tekanan ia tidak mengeluh panjang, ia memberikan yang terbaik yang bisa diberikannya. Kata mereka, rendah hati, gigih, mudah diajak bekerja sama. Kata kami, front desk adalah wajah pertama Guha, dan wajah itu selama ini ramah karena Cloudia ikut menjaganya.

Di sela makan siang, Guha kadang terdengar bernyanyi. Cloudia dan Sisca, dengan alat musik seadanya, membawakan lagu rohani, kadang lagu yang tak jelas asalnya dan justru membuat semua tertawa. Ruang kerja yang sehat bukan yang selalu hening, melainkan yang tahu kapan boleh bersuara.

Ada satu buku tentang gajah yang kami ingat setiap melihat Cloudia bersama hewan-hewan. Gajah bersuara dan saling memanggil dalam nada yang tak terdengar manusia, lalu mengingat kawanannya bertahun-tahun kemudian. Perasaan ternyata bukan milik manusia saja. Merawat makhluk yang tak bisa mengucapkan terima kasih adalah latihan empati yang paling murni, tak ada balasan yang ditunggu, dan Cloudia menjalaninya setiap hari tanpa menyebutnya latihan.

Hai penjaga waktu, jagalah satu lagi anak muda terbaik kami. Berkatilah ia dengan kebahagiaan, kesehatan, pembelajaran, dan hati yang tetap lembut di tahun-tahun mendatang.

Selamat ulang tahun, Cloudia. Semoga tahun ini lebih banyak lagu di jam istirahat, lebih banyak makhluk tumbuh sehat di tanganmu, dan lebih banyak kebaikan kembali kepadamu tanpa kamu minta.

Dari kami semua di Guha.

(rs, ty, fm) by @guhatheguild
12
6 days ago
Download
When talking about architecture, conversations often begin with buildings and design. Yet, other things also shape architectural practice, the environment, ways of learning, and relationships among the people involved.

Yann Herng Yeow @yeowyh and Phuah @pan0ing, a Malaysian architect couple currently working in Singapore, visited Guha during their holiday in Indonesia. After their visit, they planned to continue exploring bookstores across Jakarta.

Throughout the Experiencing, our conversations explored the architectural ecosystems of Malaysia, Singapore, and Indonesia. They shared their thoughts on the architectural profession in Malaysia and their experiences working at a Singaporean firm. At Guha, they were drawn to the smaller studio practice and its unconventional use of materials. They also noticed the designers’ daily routines, working, sharing meals, and spending time together. For them, this offered a glimpse of a studio culture distinct from corporate environments, where professional and social boundaries tend to be more clearly maintained.

Through their concept of “Communities of Practice,” Jean Lave and Etienne Wenger explain how learning also takes place through shared practices and interactions with others. Our conversation with Yann and Phuah reminded us that studio life is shaped not only by work, but also by the everyday lives of those within it. Sharing knowledge and working together are integral to the learning process.

The conversation then continued with one of the interns at our studio, who shared how their architectural education had prepared them for professional practice. They also reflected on aspects of the profession that only become clearer through direct experience.

Thank you, Yann and Phuah, for the conversations and exchange of experiences that afternoon. May there always be something new to discover, among buildings and between the pages of books.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild

(ty, fm) by @guhatheguild
6
7 days ago
Download
Tidak ada gagasan yang langsung menemukan bentuknya, sama seperti tidak ada seseorang yang datang ke sebuah studio dan langsung mengetahui semuanya. Ada proses mencoba, bertanya, salah, mengulang, berdiskusi, dan perlahan memahami.

Begitu pula perjalanan enam intern yang beberapa bulan terakhir menjadi bagian dari RAW Architecture.

Masing-masing datang dengan rasa ingin tahu dan cerita yang berbeda. Ada yang sedang mencari pengalaman, ada yang ingin memahami lebih jauh apa yang selama ini dipelajari di kampus, dan ada yang bahkan baru akan memulai perjalanan akademiknya.

Ada Yoel @yoelpi11, yang dalam enam bulan menjadi kesempatan mengenal proses berarsitektur, dari abstraksi hingga implementasi desain, sekaligus belajar dan berbagi. Naufal @nopalcitek membawa rasa ingin tahunya ke diskusi hingga lapangan. Dari berbagai pertanyaan, ia memahami bahwa arsitektur berkaitan dengan manusia dan lingkungannya. Haiva @ivaqonita_ belajar dengan tekun dan kritis. Ia menemukan bahwa internship bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga kemampuan dan hubungan yang tumbuh sepanjang perjalanan. Raihan @raihannalhakim belajar bahwa arsitektur bukan hanya tentang gambar dan bangunan, tetapi juga orang-orang yang ditemuinya selama proses tersebut. Marvellyn @marvellyn melihat bagaimana garis pada gambar menjadi bentuk di lapangan. Dari mengerjakan detail hingga mengamati pembangunan, ia belajar bahwa setiap keputusan memengaruhi keterbangunan. Roxanne roxannegozali memulai internship sebagai siswa SMA. Ia mencoba drafting, site visit, membuat laporan, belajar laser cutting, dan mengikuti kegiatan di OMAH.

Mungkin proses internship tidak harus meninggalkan jawaban pasti. Cukup membawa pulang pertanyaan baru, pengalaman yang terus dipikirkan, dan orang-orang yang menjadi bagian dari perjalanan.

Enam orang, enam perspektif, satu perjalanan yang sempat bertemu di tempat yang sama.

Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita ini. Semoga pengalaman yang dibawa terus menemani langkah berikutnya, tumbuh bersama hal-hal baru, dan menemukan bentuknya masing-masing. Sampai bertemu di perjalanan lain.

(ty, fm)

Bagi Yoel @yoelpi11, enam bulan menjadi kesempatan untuk melihat lebih by @guhatheguild
0
7 days ago
Download
Def will come back to try the 2nd piano underground 🤣

🎹: From The Start — Laufey
Spontaneous Random Cover 🙏🏻🙈

#publicpiano by @guhatheguild
0
10 days ago
Download
Mungkin salah satu bentuk dukungan orang tua adalah ikut masuk ke dunia yang sedang dipelajari anaknya. Bukan untuk memberi jawaban, tetapi untuk berjalan bersamanya, memahami apa yang membuatnya bersemangat, dan mengenal impian yang sedang ia bangun.

Theo @tlad_irl datang ke Guha bersama Papa, Mama, dan adik laki-lakinya dari Batam. Mereka sengaja berkunjung ke Jakarta untuk berlibur. Theo sendiri sedang menempuh pendidikan arsitektur di Tianjin University dan sedang menikmati masa liburnya di Indonesia. Kali ini, hanya Theo dan papanya yang mengikuti Experiencing di Guha.

Sepanjang perjalanan, Theo banyak bertanya tentang material, logika arsitektur, hingga standar seperti ketinggian anak tangga di Indonesia. Papanya ikut menikmati percakapan itu. Beberapa kali, ketika melihat sesuatu yang menarik, ia menunjuknya kepada Theo dan berkata, “Nanti buat yang seperti ini.” Hari itu, kami melihat dukungan seorang ayah yang ikut hadir dalam mimpi anaknya, melihat apa yang membuat anaknya tertarik dan membayangkan masa depannya melalui hal-hal kecil yang mereka temukan hari itu.

Dalam Self-Determination Theory, Edward Deci dan Richard Ryan menjelaskan pentingnya memberi ruang bagi seseorang untuk menemukan jalannya sendiri. Dari Papa Theo, kami pun belajar bahwa mendampingi bukan selalu tentang memberi arah, tetapi tentang hadir, ikut melihat, dan membiarkan rasa ingin tahu tumbuh.

Percakapan mereka kemudian berkembang dari sistem Zoom meeting di kantor, red and blue chair, panel wastra, hingga bagaimana berarsitektur. kemudian di tengah perjalanan, keduanya juga senang ketika menemukan kambing di lantai dua Guha. Theo kemudian bercerita tentang beberapa hal yang menarik perhatiannya selama perjalanan, termasuk penggunaan sisa-sisa material proyek, Ia menyebut pengalaman itu inspirative dan beberapa hal yang ditemuinya ingin ia bawa ke dalam proses belajarnya selanjutnya.

Terima kasih Theo dan Papa, untuk pertanyaan dan percakapan yang dibawa ke Guha. Semoga apa yang ditemukan hari itu terus tumbuh menjadi ide-ide baru dalam perjalanan Theo ke depannya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild

(ty, fm) by @guhatheguild
0
10 days ago
Download
Ada satu nama yang terus muncul setiap kali anak magang menulis surat perpisahan. Di antara ucapan terima kasih dan cerita bulan-bulan pertama yang membingungkan, nama itu hampir selalu ada, Kak Revi. Hari ini giliran kami menuliskan namanya, bukan di surat perpisahan, melainkan di hari ulang tahunnya.

Revi bekerja di dunia Techne, dunia gambar kerja, tempat rancangan diuji kesanggupannya. Kerja di dunia ini mirip pandai besi, sebatang baja harus melewati proses berulang sebelum layak dipakai. Tanyakan pada anak magang tentang detail toilet, mereka akan tersenyum dan menyebut nama yang sama. Revisi demi revisi bersama Kak Revi, hingga mereka menulis dari gambar toilet itulah mereka pertama kali memahami fundamental detail teknis. Ada guru yang mengajar lewat mimbar, ada yang mengajar lewat lembar revisian yang sabar.

Teman-teman satu timnya mengenal sisi lain, meja yang paling tertata, buku-buku yang selesai dibaca, dan langkah lari yang mengejar catatan terbaiknya. Pace dan jaraknya dirawat. Ketekunan yang sama, hanya berganti lintasan. Di tengah riuh tenggat, ketenangan seperti ini menular, tim yang tetap berjalan lurus di minggu padat sering berutang pada mereka yang memilih tidak ikut berantakan.

Ada satu buku yang kami ingat saat mendoakan perjalanan Revi, “The Cafe on the Edge of the World” karya John Strelecky. Seorang pengembara tersesat dan menemukan dua pertanyaan, mengapa kamu ada di sini, dan apakah hidupmu sudah terasa terpenuhi? Di kafe itu ada kisah penyu hijau yang berenang mengikuti irama arus, bukan melawannya, sebab melawan arus hanya memperpendek perjalanan.  Kami tidak menjawab pertanyaan itu untuk Revi. Kami hanya ingin menjaga kafenya tetap buka, pekerjaan yang menuntut, ilmu baru setiap minggu, dan ruang untuk bertanya tanpa terburu-buru.

Hai penjaga waktu, jagalah satu lagi anak muda terbaik kami. Berkatilah ia dengan kebahagiaan, kemajuan, pembelajaran, kerendahan hati, dan pintu ilmu yang terbuka ke mana pun ia melangkah.

Selamat ulang tahun, Revi. Semoga tahun ini lebih banyak buku yang selesai, rekor lari terpecahkan, dan pertanyaan yang semakin jelas jawabannya. Dari kami semua di RAW dan OMAH

(rs, ty, fm) by @guhatheguild
0
13 days ago
Download
Mampir ke @omahlibrary 2 jam doang kurang sih....🙂‍↕️
🎹: How Deep is Your Love (@beegees) 
#publicpiano by @guhatheguild
1
14 days ago
Download

Download All

Save the photos and videos currently loaded on this page.

0Photos
0Videos
Ready to download 0 / 0

Keep this tab open until your download is ready.

back to up