Kapan terakhir aku benar-benar menghabiskan waktu berdua saja dengan anak pertamaku?
Semenjak si nonik kecil hadir melengkapi keriaan
#keluargasalamander , otomatis aku jadi lebih banyak fokus megang si adik, sedangkan si kakak jadi lebih banyak ngobrol dan menghabiskan waktu sama
@_papeyo_ .
Jadi praktis sudah 4 tahun lamanya, aku nggak menghabiskan waktu sungguh-sungguh berdua saja sama si kakak.
Paling enggak, selalu ada adik diantara kami berdua.
Dan kalau begini, ia selalu punya peran sebagai kakak.
Lalu tibalah kesempatan ini, saat pekerjaan membawa kami berdua bertualang ke 2 negara selama hampir 2 minggu.
Dimulai dari mencari ide seru di antara waktu pentas, yang kami habiskan dengan menyusuri area Gongguan, mengamati makanan di pasar, ke toko buku di Taipei, sampai kali ini kami berpindah ke area pedesaan di Toyooka, Jepang, dimana kami memutuskan berjalan naik ke bukit di hari pertama, dan menikmati matahari terbenam sembari mengamati 26 sarang laba-laba tanpa suara manusia lain.
—
Dan tentu ada naik turunnya dalam perjalanan kali ini.
Tapi justru ini adalah kesempatanku berbincang banyak sekali dengannya.
Ah.. sekali lagi aku belajar satu hal penting untuk menjadi orang tua. Kalau kamu punya anak lebih dari satu, sempatkan mengambil waktu untuk satu anakmu.
Maka akan ada banyak hal yang mungkin selama ini ia atau kamu tahan, bisa terungkap.
Sesederhana tangan yang tak pernah ia lepaskan dari genggaman.
“Aku nggak pernah bisa begini kalau di Jogja”, katanya sambil memelukku lama sekali.
Lalu dia tambahkan,
“Kapan-kapan kita begini, tapi berempat ya Mameyo..”
Ah love you kakak..