Instagram story viewer> @probolinggoexplore> Posts
15.1K
followers
59
following
Info peristiwa, wisata & kuliner Probolinggo
Info kuliner @kulinerprobolinggo.id
➡️Tag @probolinggoexplore
Info paid promote & invitation klik
👇👇👇
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
Seorang penjual warkop di Kota Probolinggo, kehilangan tas berisi uang tunai senilai Rp9 juta setelah menggelar kegiatan nobar pertandingan final Timnas Indonesia melawan Thailand. Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Selasa (6/10/2026) dini hari dan kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kehilangan baru disadari oleh pemilik warkop setelah kegiatan nobar selesai dan suasana warung mulai sepi. Saat itu, tas berisi uang tunai yang sebelumnya berada di lokasi sudah tidak ditemukan.

Pemilik warkop kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dari rekaman tersebut, terlihat seorang laki-laki mengambil tas yang tertinggal di lokasi pada pukul 04.55 WIB, lalu membawanya pergi.

Berbekal rekaman CCTV, polisi melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku. Hasilnya, petugas mengarah kepada seorang pria berinisial DN yang diketahui bekerja sebagai kurir Shopee. Setelah identitas dan nomor teleponnya diketahui, polisi menghubungi DN untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

DN bersikap kooperatif dan bersedia datang untuk memberikan keterangan sekaligus mengembalikan uang yang diambilnya. Dari total uang yang diambil, DN mengaku telah menggunakan Rp1,2 juta untuk keperluan pengobatan anaknya. Sementara itu, sisa uang sebesar Rp7,8 juta dikembalikan kepada pemilik warkop.

Kepada polisi, DN mengaku mengambil tas tersebut karena tergiur melihat barang yang tergeletak tanpa pengawasan. Saat mengambil tas, ia mengaku belum mengetahui di dalamnya terdapat uang tunai. Setelah mengetahui isinya, DN kemudian menggunakan sebagian uang tersebut untuk kebutuhan pengobatan anaknya.

Meski sebagian besar uang telah dikembalikan, kasus tersebut masih dalam penanganan penyidik Polres Probolinggo Kota. Terkait kemungkinan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice (RJ), Zainullah menegaskan proses penanganan kasus tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Berita: detikJatim

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
1
3 days ago
Download
Seorang perangkat Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo berinisial MN (31) terpaksa harus ditemb4k polisi kakinya. Pasalnya, ia terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengatakan, tersangka merupakan eksekutor dalam setiap aksi curanmor. Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas karena hendak kabur saat akan ditangkap.

Zain menuturkan salah satu kasus curanmor yang dilakukan tersangka yakni di wilayah Pendopo. Saat kejadian, korban memarkir sepeda motornya di pinggir jalan dan masuk ke sebuah toko. "Korban lupa, kuncinya masih tertempel. Beberapa saat kemudian ternyata sepeda motor tersebut sudah raib atau hilang," kata Zain, Rabu (7/10/2026).

Polisi kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dan mengenakan helm tertutup. "Dari pantauan CCTV, terlihat ada dua orang berboncengan sepeda motor menggunakan helm tertutup. Kemudian kita lakukan penyelidikan," jelasnya.

Hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka dan melakukan upaya penangkapan pada Senin, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui telah beraksi di sejumlah tempat. "Dari hasil pemeriksaan mengembang kepada lima TKP," ujar Zainullah.

Selain menangkap tersangka MN, polisi juga mengamankan pria berinisial AW yang diduga membantu menjual hasil kejahatan sekaligus berperan sebagai penadah. "Jadi yang saat ini kita amankan adalah salah satu pelaku dan satu penadah. Saat ini masih kita kembangkan dan kita dalami," kata Iptu Zainullah.

Polisi menyebut satu pelaku lainnya yang diduga berboncengan dengan MN saat menjalankan aksi masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Berita: detikJatim

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
1
4 days ago
Download
Seorang pria berinisial N (41) di Kota Probolinggo ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga m3nyetvbuh1 dan m3nc4bul1 anak kandungnya sendiri yang kini berusia 17 tahun. Perbuatan tersebut diduga dilakukan berulang kali sejak korban masih duduk di kelas 5 SD pada 2020 hingga Agustus 2026.

Kasus ini terjadi di wilayah Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, dan dilaporkan keluarga korban ke polisi pada 24 September 2026.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, mengatakan korban diduga mengalami p3nc4bul4n, p3r5etubuh4n secara paksa, hingga kekerasan fisik saat menolak perbuatan tersebut. “Dugaan kekerasan tersebut disebut berlangsung berulang selama beberapa tahun. Perbuatan tersebut kemudian disebut meningkat ketika korban memasuki jenjang sekolah menengah,” jelasnya, Selasa (6/10/2026).

Dugaan k3ker4san kembali terjadi pada Agustus 2026. Saat itu, korban disebut mengalami kek3ras4n s3ksu4l dan p3ng4niay4an hingga akhirnya melarikan diri dan menginap di rumah tetangga untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Penyidik Satres PPA dan PPO Polres Probolinggo Kota melakukan penyelidikan dan penyidikan serta berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Probolinggo untuk memberikan perlindungan kepada korban. “Korban ditempatkan di rumah aman untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” ujarnya.

Pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, sejumlah warga mendatangi rumah N. Situasi sempat berpotensi menimbulkan aksi main hakim sendiri. Polisi datang ke lokasi dan mengamankan N untuk dibawa ke Polres Probolinggo Kota.

Penyidik memeriksa pelapor, korban, dan sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti, termasuk hasil visum et repertum. Setelah melakukan pemeriksaan, penyidikan, dan gelar perkara, polisi menetapkan N sebagai tersangka.

Polisi menyebut, berdasarkan pemeriksaan sementara, N diduga melakukan perbuatan tersebut setelah mengonsumsi minuman keras dan menonton film porno.

N dijerat Pasal 473 ayat (1), ayat (2) huruf b, ayat (4), dan ayat (9), dan atau Pasal 418 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Berita selengkapnya: JatimNow

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
4
5 days ago
Download
Operasi SAR hari kelima pencarian Ismail (58), penyelam bangkai kapal karam di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, membuahkan hasil.

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pada Senin (5/10). Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat menyelam pada Kamis (1/10).

Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan tim SAR gabungan melaksanakan pencarian sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Pencarian dilakukan melalui penyisiran visual di permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan BPBD serta perahu nelayan. SRU I menyisir area seluas 9,1 nm², sedangkan SRU II melakukan pencarian di area seluas 8,8 nm².

Hasilnya, pada pukul 12.30 WIB, petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia mengapung di permukaan laut.

“Korban ditemukan pada jarak sekitar 7,4 Nm dengan heading 72° dari lokasi kejadian, pada koordinat 7°37'22.15"S 113°31'28.43"E,” kata Made kepada wartawan, Senin (5/10).

Setelah itu, korban dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju Dermaga Mayangan, Kabupaten Probolinggo, dan tiba pada pukul 15.35 WIB. Selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Moch. Saleh.

Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dari RSUD dr. Moch. Saleh sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR H.5 Kondisi Membahayakan Manusia terhadap penyelam yang hilang tersebut diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujar dia.

Sebelumnya, Ismail dilaporkan hilang saat menyelam di bangkai KM Bahagia milik Muhammad Zaeni.

Awalnya, ia menyelam ke bangkai kapal tersebut pada Kamis (1/10) sekitar pukul 10.03 WIB, namun pada kedalaman sekitar 40 meter dalam rangka pekerjaan pengangkatan kapal.

Saat penyelaman berlangsung, korban menyepakati kode komunikasi dengan rekannya melalui selang. Namun, setelah hampir 30 menit, tidak ada pergerakan pada selang tersebut. Rekannya berinisiatif menarik selang secara perlahan, tetapi korban tidak muncul ke permukaan.

Berita: KumparanNEWS

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
0
6 days ago
Download
Sadyaswati Dyah, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, harus menelan kerugian setelah motor listrik miliknya diduga dicuri saat ditinggal berolahraga di Alun-alun Kota Probolinggo.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026. Sadyaswati kehilangan motor listrik Viar senilai sekitar Rp17 juta setelah memarkir kendaraannya di kawasan alun-alun.

Sebelum berolahraga, Sadyaswati memarkir motor tersebut di sekitar gerbang utama Alun-alun Kota Probolinggo dari arah Jalan Suroyo. Ia mengaku sudah mengunci kendaraan menggunakan kunci ganda sebelum meninggalkannya.

Sadyaswati kemudian jogging mengelilingi kawasan alun-alun seperti biasanya. Ia bahkan rutin menyelesaikan hingga tujuh putaran dalam setiap aktivitas olahraganya.

Namun, setelah menyelesaikan aktivitas olahraga, Sadyaswati mendapati motor listriknya sudah tidak berada di lokasi parkir. Ia pun langsung mencari tahu keberadaan kendaraan tersebut.

Sadyaswati kemudian menanyakan kepada juru parkir yang bertugas di lokasi. Namun, juru parkir tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan motor listrik miliknya. “Bilangnya hanya nggak tahu,” ujarnya.

Sadyaswati juga menyoroti sistem parkir di lokasi tersebut. Menurut dia, petugas parkir tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa parkir.

Saat mencari kendaraannya yang hilang, Sadyaswati justru mendapat bantuan dari juru parkir lain yang baru tiba di lokasi. Orang tersebut ikut membantu mencari motor listrik miliknya.

Motor listrik Viar tersebut dibeli Sadyaswati sekitar dua tahun lalu dengan harga sekitar Rp17 juta. Selama ini, ia menggunakan kendaraan tersebut untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Sadyaswati juga kerap menggunakan motor listrik itu saat menjalankan aktivitas sebagai Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) AKB Wiroborang. Kendaraan tersebut biasa ia gunakan ketika melakukan kegiatan maupun peliputan.

Meski mengalami kerugian sekitar Rp17 juta, Sadyaswati mengaku belum melaporkan kasus tersebut kepada polisi. Ia mengaku pesimistis kendaraannya dapat ditemukan.

Berita selengkapnya: Jatimnet

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
11
7 days ago
Download
Seorang penyelam bernama Ismail (58), warga Kecamatan Mayangan, dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman dalam proses pengangkatan bangkai kapal di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/10). Ismail diduga mengalami kendala saat berada di kedalaman laut sekitar 40 meter hingga tidak kembali muncul ke permukaan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.03 WIB ketika Ismail menyelam menuju bangkai KM Bahagia. Dalam penyelaman itu, Ismail dibantu rekannya, Muhari, yang berada di atas perahu. Keduanya menggunakan selang penyelaman sebagai alat bantu sekaligus sarana komunikasi dan telah menyepakati kode tertentu melalui selang tersebut.

Namun, setelah hampir 30 menit, Muhari tidak melihat adanya pergerakan atau sinyal dari selang penyelaman. Ia kemudian berinisiatif menarik selang secara perlahan, tetapi Ismail tidak kunjung muncul ke permukaan. Menyadari rekannya kemungkinan mengalami masalah di dalam air, Muhari bersama keluarga dan nelayan sekitar langsung melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi.

Pencarian mandiri berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB, tetapi Ismail belum ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan dari tim SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pihaknya menerima laporan kondisi membahayakan manusia dari petugas Pos TNI AL Paiton pada Kamis sore. Lokasi kejadian diketahui berjarak sekitar 171 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 16.05 WIB tim SAR mengerahkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi. Mereka membawa berbagai perlengkapan, di antaranya Rescue Car Type II, rubber boat dan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam, perlengkapan medis, serta alat komunikasi untuk mendukung operasi pencarian.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, yakni SAR Banyuwangi, TNI AL Paiton dan Mayangan, Satpol Air, BPBD Kabupaten Probolinggo, aparat desa, serta para nelayan setempat. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung.

Berita: CNN Indonesia

#probolinggoexplore #infoprobolinggo by @probolinggoexplore
175
10 days ago
Download
Ruas tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Kraksaan-Paiton resmi beroperasi tanpa tarif mulai 30 September 2026. Ruas tol tersebut dibuka gratis pada pukul 10.00 WIB.

Jalan tol ini akan beroperasi gratis selama 14 hari. Kendati tanpa tarif, BPJT mengimbau agar pengguna jalan tol yang hendak melintas, tetap wajib melakukan tapping kartu elektronik atau e-Tol.

"Mulai 30 September 2026 pukul 10.00 WIB, Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Segmen Gending-Simpang Susun Kraksaan-Simpang Susun Paiton resmi beroperasi tanpa tarif selama masa sosialisasi 14 hari," tulis Jasa Marga dalam unggahan di akun Instagram @official.jasamarga, dikutip Rabu (30/9/2026).

Ruas tol ini dibuka secara dua arah, yakni dari dari Gending menuju GT Kraksaan dan GT Paiton. Bagi pengguna jalan dari arah Jalan Tol Trans Jawa dapat langsung melanjutkan perjalanan dari Ruas Pasuruan-Probolinggo (Paspro) menuju Ruas Prosiwangi ke akses GT Kraksaan atau GT Paiton.

Lalu, pengguna jalan dapat masuk melalui GT Kraksaan menuju Ruas Pasuruan-Probolinggo, GT Gending, maupun GT Paiton. Pengguna jalan juga bisa masuk melalui GT Paiton menuju GT Kraksaan, GT Gending, atau langsung ke Ruas Pasuruan-Probolinggo.

Sebelumnya, Manager Operasi Jasa Marga Probolinggo Banyuwangi, Nadila Sevitria, membenarkan rencana pengoperasian ruas tol tersebut. Menurutnya, tol akan dibuka selama 14 hari, tetapi tanggal pelaksanaannya masih menunggu keputusan pemerintah.

Dari sisi konstruksi, kesiapan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Kraksaan-Paiton disebut telah mencapai 100 persen. Saat ini, pekerjaan yang masih berlangsung hanya pembangunan fasilitas rest area.

Nadila memastikan secara keseluruhan ruas tol tersebut sudah siap digunakan. Berbagai aspek pendukung operasional, termasuk sistem transaksi dan pelayanan lalu lintas, juga telah dipersiapkan.

"Secara konstruksi dan kesiapan lainnya, kami sudah mantap dan siap untuk dibuka. Begitu juga dengan pelayanan, seperti transaksi dan lalu lintas, semuanya sudah kami siapkan," ujarnya, dikutip detikJatim.

Berita: detikJatim & detikFinance

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
0
11 days ago
Download
Baru tiga bulan menikmati hasil pembelian dua ekor sapi, Hadir (46), warga Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, justru harus menelan kerugian puluhan juta rupiah. Dua sapi jantan miliknya digasak maling pada Selasa (29/9/2026) dini hari.

Pelaku diduga masuk dengan cara menjebol pintu kandang yang berada di belakang rumah korban. Akibat pencurian tersebut, Hadir kehilangan dua ekor sapi blasteran dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta.

Aksi pencurian pertama kali diketahui istri korban, Kasik (45), sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, Kasik yang belum tidur merasa curiga dan memutuskan memeriksa kondisi kandang di belakang rumahnya.

Betapa terkejutnya Kasik ketika mendapati pintu kandang sudah terbuka dalam kondisi rusak. Dua ekor sapi yang sebelumnya berada di dalam kandang juga telah menghilang.

Mengetahui ternaknya raib, korban bersama keluarga dan sejumlah warga langsung melakukan pencarian. Mereka menyisir kawasan sekitar permukiman hingga menelusuri jejak kaki sapi yang diduga ditinggalkan saat dibawa kabur pelaku.

Jejak kaki kedua sapi tersebut ditemukan mengarah ke selatan, melintasi Jalan Cimanuk hingga menuju jalan raya. Namun, jejak itu terputus dan pencarian warga belum membuahkan hasil.

Hilangnya dua ekor sapi tersebut menjadi pukulan bagi korban. Pasalnya, ternak senilai puluhan juta rupiah itu baru dibeli sekitar tiga bulan lalu.

Sementara itu, aparat Polsubsektor Kedopok yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah petunjuk untuk mengungkap aksi pencurian tersebut.

Kapolsubsektor Kedopok, Ipda Hari Dwi Tjahjono, S.H., mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian lainnya untuk memburu pelaku.

“Kami juga berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Wonoasih dan Satreskrim Polres Probolinggo Kota untuk menelusuri keberadaan pelaku sekaligus mencari dua ekor sapi yang hilang,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus pencurian tersebut. 

Berita: beritajatim

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
0
12 days ago
Download
Tiga pencuri bersenjata celurit nekat beraksi di tengah permukiman warga di Perumahan Griya Pakistaji Asri, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (28/9/2026) dini hari. Dalam aksi yang berlangsung sekitar pukul 03.50 WIB atau menjelang azan Subuh tersebut, komplotan itu berhasil membawa kabur dua sepeda motor dari sebuah rumah kontrakan yang dihuni para sales.

Aksi ketiga pelaku terekam kamera CCTV. Mereka terlihat mengenakan jaket hitam dan membawa senjata tajam jenis celurit. Keberadaan senjata tersebut diduga membuat warga yang sempat melihat mereka memilih tidak mendekat.

Salah seorang korban, Muhammad Ainun Imam, warga asal Jember, mengatakan pencurian terjadi saat dua penghuni kontrakan masih terjaga dan belum tidur. Namun, keduanya tidak menyadari bahwa sepeda motor yang terparkir di halaman rumah sedang menjadi sasaran pencurian.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku pertama kali mengincar Honda Beat putih keluaran 2021. Mereka diduga merusak kunci setir sebelum membawa motor tersebut kabur. Setelah berhasil membawa motor pertama, ketiga pelaku ternyata kembali ke lokasi untuk mengambil kendaraan lainnya.

Kali ini, sasaran mereka adalah Honda Beat hijau keluaran 2014 milik Adi. Motor tersebut telah dimodifikasi menyerupai motor touring dengan biaya sekitar Rp5 juta. Karena kunci setir masih dalam kondisi terkunci, pelaku tidak langsung mengendarainya. Ketiganya justru mengangkat bagian roda depan motor dan membawanya secara bersama-sama menuju kawasan persawahan di belakang perumahan.

Setelah menyadari sepeda motor mereka hilang, penghuni kontrakan menemukan gerbang berwarna putih dalam kondisi rusak. Gembok gerbang juga ditemukan tergeletak di bawah, meskipun tidak mengalami kerusakan.

Total kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Honda Beat putih diperkirakan bernilai sekitar Rp12 juta, sedangkan Honda Beat hijau sekitar Rp16 juta. Jika ditambah biaya modifikasi motor hijau yang mencapai sekitar Rp5 juta, kerugian korban semakin besar.

Berita selengkapnya: beritajatim

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
0
13 days ago
Download
Pemkab Probolinggo mulai memperbaiki sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tiris yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan. Perbaikan tersebut dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian di kawasan selatan Kabupaten Probolinggo.

Salah satu ruas yang mendapat penanganan adalah Jalan Condong-Segaran di Desa Wedusan. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, ruas tersebut sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.

Tahun ini, pemerintah akhirnya melakukan penanganan dan berharap masyarakat turut menjaga kondisi jalan setelah diperbaiki agar dapat digunakan dengan nyaman, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Pekerjaan tidak hanya difokuskan pada badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan drainase di Dusun Curah Pakis dan Dusun Jebun, Desa Jangkang, yang berada di sepanjang ruas Condong-Segaran. Drainase dinilai penting untuk menjaga ketahanan konstruksi karena aliran air dan genangan dapat mempercepat kerusakan jalan yang baru dibangun.

Saat meninjau pekerjaan infrastruktur di Kecamatan Tiris, Haris menegaskan bahwa sistem drainase yang baik akan berpengaruh terhadap daya tahan jalan dalam menghadapi aliran air. Karena itu, pembangunan saluran drainase menjadi bagian penting agar jalan dapat bertahan lebih lama.

Ruas Condong-Segaran yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer dan terbagi menjadi dua segmen, dengan lebar jalan sekitar 5 meter. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra menjelaskan, bagian jalan yang menggunakan hotmix memiliki lebar sekitar 4 meter, sedangkan bagian lainnya berupa bahu beton di sisi kanan dan kiri jalan.

Penanganan infrastruktur juga dilakukan pada Ruas Segaran-Air Panas di Desa Segaran. Akses dari Pertigaan Ranu Segaran menuju kawasan wisata Air Panas sepanjang sekitar 558 meter menggunakan paving.

Lebar jalan menyesuaikan kondisi ruang di lapangan, dengan rata-rata sekitar 3,5 meter. Meski terdapat beberapa titik dengan keterbatasan ruang, jalan tersebut masih dinilai mampu menopang kendaraan dengan tonase sekitar 10 hingga 12 ton.

Berita: Radar Bromo

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
3
14 days ago
Download
Pencarian keluarga terhadap Satep, 76, warga Kramatagung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, berakhir duka.

Lansia yang sudah tiga hari tidak pulang itu ditemukan meninggal di sebuah tegalan di Dusun Pertanian, Desa Malasan Kulon, Leces, Jumat (25/9) pagi.

Satep diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (23/9) selepas subuh tanpa berpamitan. Selama dua hari, keluarga mencarinya ke sejumlah rumah kerabat.

Informasi kehilangan juga disebarkan melalui Facebook. Namun hingga Kamis (24/9), keberadaannya belum diketahui.

Kanit Reskrim Polsek Leces Aiptu Fajar Prajawanto mengatakan, jenazah Satep pertama kali ditemukan warga yang melintas di sekitar tegalan pada pukul 07.00. Saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup dengan mengenakan kaus cokelat dan celana abu-abu.

“Setelahnya, warga tersebut melapor ke perangkat desa dan diteruskan kepada kami,” ungkap Fajar.

Petugas Polsek Leces bersama Polres Probolinggo kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, dan mengevakuasi jenazah.

Pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan Puskesmas Leces tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Namun tubuh korban telah mengalami pembusukan. “Hanya saja, tubuh korban telah mengalami pembusukan. Diperkirakan korban meninggal lebih dari sehari,” katanya.

Penemuan jasad korban langsung diteruskan ke keluarga. Keluarga pun datang ke lokasi dan menerima kematian korban sebagai musibah. Mereka menolak otopsi dan langsung membawa jasad korban pulang untuk dimakamkan.

Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko Widodo membenarkan korban telah dicari sejak Rabu. Menurutnya, sudah tiga kali korban pergi dari rumah tanpa pamit karena mengalami pikun. Namun keluarga selalu berhasil menemukannya dalam kondisi selamat.

“Sebelum kejadian ini, korban sudah tiga kali pergi dari rumah tanpa pamit karena mengalami pikun. Sebelum-sebelumnya sama, dicari oleh keluarga, tapi selalu ketemu,” ujarnya.

Berita: Radar Bromo

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
0
16 days ago
Download
Keberadaan pedagang bandel yang sering melanggar aturan Kota Probolinggo, terus menjadi perhatian serius Satpol PP. Termasuk pedagang liar yang berjualan di luar Pasar Baru. mereka sering ditertibkan.

Tak sedikit barang dagangannya yang diamankan ke kantor Satpol PP. Bahkan, sampai ada yang membusuk karena tak kunjung diambil pemiliknya.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Fatchur Rozi menegaskan, setiap hari Satpol PP melakukan penertiban terhadap pedagang di lokasi-lokasi yang memang dilarang. Mulai dari Pasar Baru, Jalan Supriyadi belakang PT Eratex Djaja, dan di lokasi lain.

Namun keberadaan pedagang tersebut bandel dan tidak kapok. “Kami tidak kurang-kurang patroli dan melakukan penertiban. Tapi ternyata pedagang masih tetap bandel dan tetap melanggar,” katanya, Rabu (23/9).

Bahkan, kata Rozi, pihaknya sudah sering melakukan penertiban dengan mengamankan barang dagangan hingga meja atau lapak dan gerobak dagangan. Hanya ada beberapa pedagang yang datang ke Satpol PP untuk mengambil barangnya dan kemudian dilakukan pembinaan.

Sebagian besar malah membiarkan barang dagangan di kantor Satpol PP. Karena itu, menurutnya, menghadapi pedagang ini butuh pembinaan yang harus dilakukan bersama, terutama terhadap pedagang di luar Pasar Baru.

“Termasuk Pasar Baru, sudah beberapa kali kami tertibkan dan amankan barang dagangannya. Tapi ternyata pedagang tidak ada yang datang untuk mengambil ke Mako. Sampai barang dagangan yang kami amankan membusuk begitu. Masak harus begitu terus,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Proboilnggo Agus Effendi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap para pedagang liar di Pasar Baru. Namun mereka bandel dan tetap melanggar. Kini, pihaknya masih mengkaji solusi terbaik.

“Satpol PP menertibkan ke Pasar Baru didampingi petugas pasar juga. Pembinaan tidak kurang-kurang sampai dengan teguran. Kami akan monev untuk mencari solusi yang terbaik,” ujarnya.

Berita: Radar Bromo

#probolinggoexplore #infoprobolinggo #probolinggo by @probolinggoexplore
1
17 days ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up