Instagram story viewer> @sukusastra> Posts
1581
posts
7K
followers
742
following
POSTS STORIES REELS TAGGED
Download All
Hampir mustahil memetakan lanskap sastra Indonesia saat ini jika yang dituntut adalah presisi dan reliabilitas statistik murni. Di internet, beberapa karya sastra yang bermutu mungkin tertimbun di balik karya sastra yang mutunya kurang namun signifikan secara kuantitatif karena intervensi marketing dan algoritma.

Pembacaan jauh atau distant reading ala Francesco Moretti mungkin akan memadai mengingat data karya sastra yang sudah seperti air bah, terutama yang telah didigitalkan atau memang diciptakan sejak awal sebagai karya digital. Namun, analisis big data semacam itu tampaknya terlalu ambisius, bahkan bagi akademisi sastra di Indonesia saat ini. Terlebih bagi komunitas sastra sekecil kami.

Jadi, kami menyempitkan kegiatan kami dengan menghimpun data hanya dari karya sastra yang bisa dijaring dan dipublikasikan oleh redaksi SukuSastra.com. Kami berharap dengan cara ini kami akan bisa menemukan indikator perkembangan sastra terkini--sejauh yang bisa kami amati.

"Terkini" itu juga yang membuat kami akan memperhitungkan karya sastra yang ditulis dengan berkolaborasi dengan AI. Tentu dengan syarat mutlak: ada pengungkapan atau disclosure. Kami sendiri telah memulai langkah ini dengan eksplorasi penulisan kolaborasi dengan AI menggunakan data mentah, yang berarti bahwa peran manusia (penulis kode) adalah fundamental (silakan periksa di situs web kami di halaman "Tampilan Cerpen Ini Bukan Kesalahan Admin").

Dan tentu saja melalui penjaringan ini kami berharap dapat mengapresiasi dan mendiseminasi karya sastra bermutu, sejauh yang bisa kami amati.

***

Kami dipercaya mengelola dana publik melalui LPDP, Dana Indonesiana, dan Kementerian Kebudayaan. Sebagian di antaranya dimanfaatkan untuk melancarkan kegiatan Penjaringan Karya Bienial Sastra 2026 ini.

Karena itu, sejak April hingga Agustus 2026, kami akan konsisten menyeleksi semua naskah sastra yang dikirimkan kepada kami dan menerbitkan naskah yang terpilih.

Semoga kami bisa melaksanakan amanah publik ini dengan baik. Kami berharap, uang kita yang dipercayakan kepada kami ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. by @sukusastra
10
3 months ago
Download
Kita senantiasa dalam kepungan beragam perintah. Jika perintah menampakkan tombaknya secara terang-terangan, tentu akan gampang memicu reaksi kita; entah dengan menunduk, mengangguk, atau justru mendongak melawannya. Namun, bagaimana jika perintah menyembunyikan tombaknya di balik keelokan tata krama, keluhuran pengabdian, akurasi angka-angka informasi gizi, atau ungkapan cinta?

Gagasan tentang penyingkapan perintah yang terselubung ini kueksplorasi dalam cerpen โ€œPerintah Rahasiaโ€. Untuk mencapai tujuan tersebut, kupilih bentuk yang sangat tidak puitis: kode data. 

Lewat bentuk ini, aku juga pingin ajak pembaca menyadari bahwa saat ini, dalam sistem mana pun (baik sosial maupun digital), yang mengatur bukanlah suara yang terdengar menyalak, melainkan yang bisu, tenang, tapi menyimpan kendali internal. 

Aku percaya sastra bisa hadir dalam bentuk apa pun, sesuai gagasan yang dipikulnya. Dengan memilih bentuk kode data yang tidak puitis ini, aku ingin membuka kesadaran: bahwa di balik bentuk ada logika-perintah, dan di balik logika-perintah ada kehendak untuk menggerakkan.

Baca selengkapnya -> https://sukusastra.com/cerpen-muhammad-qadhafi-tampilan-cerpen-ini-bukan-kesalahan-admin/ by @sukusastra
5
a year ago
Download
Belakangan ini, kita diingatkan bahwa empati dan inklusivitas terhadap anak dengan penyandang disabilitas masih perlu terus diperjuangkan. Di tengah berbagai stigma dan narasi yang sering kali tidak berpihak, setiap keluarga memiliki kisah tentang perjuangan, penerimaan, harapan, dan cinta yang layak didengar.

Melalui "Resiliensi Tanpa Henti: Lokakarya Penulisan bagi Keluarga Muda dengan Anak Penyandang Disabilitas", Komunitas Suku Sastra bersama Badan Bahasa mengajak para orang tua untuk mengubah pengalaman hidup menjadi karya sastra.

Sastra bukan sekadar rangkaian kata. Sastra adalah ruang untuk bersuara, membangun resiliensi bersama, memperkuat jejaring, dan mengingatkan kita bahwa disabilitas adalah bagian dari kehidupan bersama. 

Lokakarya penulisan akan diselenggarakan di Kantor DPD-RI DIY pada tanggal 4 sampai 12 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan syarat dan ketentuan yang tertera. by @sukusastra
0
9 hours ago
Download
Sastra Indonesia modern merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pemikiran dan ekspresi budaya bangsa. Namun, di tengah lanskap budaya yang kian cair dan digital, posisi sastra dalam kehidupan publik mengalami pergeseran. Ruang-ruang apresiasi dan diskursus sastra semakin menyempit, terutama karena minimnya infrastruktur, kurasi, dan forum yang mampu menjembatani generasi serta menyambungkan praktik sastra dengan ekosistem budaya kontemporer. 

Bienial Sastra ini dihadirkan untuk menjembatani persoalan tersebut sebagai ruang dialog, penciptaan, serta diseminasi gagasan sastra dalam format yang lentur dan multidisipliner. 

Sebagaimana bienial seni rupa menampilkan kerja-kerja artistik yang melampaui batas konvensional, Bienial Sastra bertujuan memperluas cara kita membaca dan mengalami karya sastra melalui diskusi tematik, pertunjukan, kolaborasi lintas komunitas, dan pendekatan lintas media.

Bienial Sastra Indonesia Modern akan kami selenggarakan di Taman Budaya Embung Giwangan, dari tanggal 23 hingga 24 Agustus  2026. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. by @sukusastra
0
11 hours ago
Download
๐—ž๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ฆ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ฎ, ๐—™๐—ฆ๐—ฌ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—ธ๐—ฒ ๐—™๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐—น ๐—ฆ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฌ๐—ผ๐—ด๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ฎ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ: ๐—Ÿ๐—”๐—ž๐—จโ€จโ€จTema ๐—Ÿ๐—”๐—ž๐—จ diproyeksikan Festival Sastra Yogyakarta sebagai tajuk pada penyelenggaraan kali ini sebagai sublimasi dari kesinambungan tematis yang diusung sejak penyelenggaraan sebelumnya; โ€œMULIHโ€ (2022), โ€œSILAโ€ (2023), โ€œSIYAGAโ€ (2024), hingga โ€œRAMPAKโ€ (2025).
Bukan hanya sekadar aktivitas gerak ragawi, FSY memaknai LAKU sebagai momentum refleksi sekaligus ikhtiar institusional untuk merawat cita-cita menjadi ruang gerak dinamis bagi ekosistem kesusastraan di Yogyakarta.

LAKU memuat arti lain yang sangat membumi: โ€œLAKUโ€ dalam konteks transaksional yang berarti terjual, menguntungkan, dan menambah daya hidup. Di situasi hari ini yang penuh tantangan, dunia sastra justru sedang diuji oleh tegangan ambivalen ini. Sastra dihadapkan pada dua kutub kepentingan: di satu sisi ada
dorongan untuk menuntaskan laku luhur yang sarat kebanggan, namun di sisi lain ada kebutuhan nyata agar karya tulis, bahasan pemikiran, maupun ekspresi performatif di ruang pertunjukan, mampu menghasilkan โ€œdaya hidupโ€ ekonomi demi keberlangsungan para pelakunya.

Mari kita bersama-sama, โ€œmenjalankanโ€ semangat sastra, menjadikannya ruang yang tidak hanya menghidupkan, tapi juga menghidupi.
Sampai bertemu di Festival Sastra Yogyakarta 2026: LAKU, 23-30 Agustus di Taman Budaya Embung Giwangan, Kancasastra!โ€จ
#LAKU
#FSY
#FestivalSastraYogyakarta by @sukusastra
25
6 days ago
Download
Bienial Sastra Indonesia Modern Dihadirkan sebagai ruang dialog, penciptaan, serta diseminasi gagasan sastra dalam format yang lentur dan multidisipliner.

Kehadiran Bienial Sastra menjadi strategis di tengah minimnya perhelatan sastra nasional yang terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang. Sastra perlu diposisikan sebagai bagian integral dari dinamika budaya kontemporer yang sedang bergeser ke arah interaktivitas dan pengalaman lintas platform. by @sukusastra
6
8 days ago
Download
Karier menulis Linda Christanty bergulir antara jurnalisme dan sastra. Pengalaman panjangnya meliput konflik, hak asasi manusia, dan berbagai sisi kehidupan masyarakat menjadikan karya-karyanya begitu peka membaca manusia. 

Dalam cerpen-cerpennya, fakta tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjelma menjadi kisah yang menyelami trauma, ingatan, ketidakadilan, hingga harapan. Oleh karena itulah, saat Linda hadir di Yogyakarta, pastikan kamu mengikuti rangkaian acaranya: 

๐ŸŽ™Live Podcast! 
Membaca Dekat #7
Narasi Kemanusiaan Linda Christanty
Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 16.00โ€“18.00 WIB
di Communal Space ELTI Yogyakarta
-> Kita akan membahas kumpulan cerpen Rahasia Selma karya Linda Christanty yang sejak terbit pada 2010 dipandang membuka cakrawala baru tentang manusia dan kemanusiaan. 

๐Ÿ“Dari Reportase ke Karya Sastra
Senin, 6 Juli 2026 pukul 10.00โ€“12.00 WIB
Ruang Multimedia Gedung Margono lantai 2, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Linda akan berbagi proses kreatif dalam lokakarya dan diskusi bukunya. Ada tiga buku kumpulan cerpen yang diangkat: Kuda Terbang Maria Pinto, Rahasia Selma, serta Seekor Anjing Mati di Bala Murghab. Sebuah kesempatan untuk memahami bagaimana suatu karya jurnalistik dapat bertransformasi menjadi karya sastra seperti cerita pendek yang tetap setia pada kebenaran manusia. 

Seluruh acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

#EventKPG #DiskusiBukuKPG #BukuLindaChristanty by @sukusastra
0
25 days ago
Download
Puisi-puisi Maria Utami begitu sederhana. Ia tidak berusaha menjadikannya puisi-filsafat yang berusaha menjelaskan eksistensi manusia, misalnya, dengan cara yang kompleks nan rumit. Tak ada bunga-bunga kata yang membikin puisi-puisinya sulit dicerna. Penggunaan metaforanya pun amat bersahaja.

Kesederhanaan itu, boleh dibilang, merupakan salah satu keunggulan puisi-puisi Maria Utami.

Namun, tak berhenti di situ. Kesederhanaan puisi-puisinya, juga bentuk persajakan yang ia gunakan, analog dengan rasa/feel yang hendak diungkapkan penyairnya.

Dengan dengung suara eyang, petualangan memancing bersama bapak, atau lontong pical, Maria Utami merajut memori masa kanak, masa ketika /beban hidup paling berat hanyalah tas di punggung/. Meski boleh dibilang puisi-puisinya amat personal dan terkesan autobiografis, ia tetap berhasil menyeret kesadaran pembaca buat mengingat masa-masa yang jauh di belakang itu dengan terus menunda pemaknaan dan melakukan defamiliarisasi bahasa dengan, sekali lagi, metafora-metaforanya yang sederhana.

Nah, barangkali pengalaman manis masa kanak itu bisa Anda rasakan ketika berjumpa dengan puisi-puisi Maria Utami dengan membacanya secara gratis di situs web SukuSastra.com by @sukusastra
1
a month ago
Download
Kami di Suku Sastra memegang teguh pandangan bahwa sastra, dan seni pada umumnya, pada awalnya dan terutama adalah ekspresi penciptanya. Karenanya, respons mula-mula kami terhadap karya sastra dan seni adalah apresiasi. Analisis dan judgment khas kritik sastra, yang mewajibkan adanya jarak dan argumen, baru muncul di tahap selanjutnya.

Demikianlah kami mengapresiasi Selamat Jalan Iyut Fitra. Sengaja kami tak "memperbaiki" tata bahasanya (seharusnya, karena merupakan sapaan, "Selamat Jalan, Iyut Fitra). Bukan ketaatan berbahasa benar yang diutamakan dalam puisi elegi untuk almarhum penyair senior Iyut Fitra, melainkan emosi.

Emosi itu akan semakin terasa saat kita memperhitungkan bukan hanya teks, melainkan juga konteks. Sapaan "adikku" oleh Eddy Pranata PNP adalah personal. Bagaimana kita tahu? Dengan melihat biografi Eddy, yang pernah berinteraksi dekat dengan Iyut Fitra.

Pernah ada pemilahan yang relatif lentur tentang puisi menjadi "puisi ide" dan "puisi suasana". Pendeknya, "puisi suasana" berusaha menghadirkan suasana atau atmosfer, yang dalam taraf ekstrem bisa mengabaikan kaidah berbahasa.

Demikianlah Eddy menghadirkan suasana nyaris-ekstase dalam tiga puisinya yang lain di latar-latar spasial yang berlain-lainan: di Madinah maupun di Padang. Untuk teks puisi yang dirancang seperti ini, intuisilah yang lebih mampu menangkap saripatinya, bukan nalar ilmiah. by @sukusastra
0
a month ago
Download
Saat membaca paragraf-paragraf awal cerpen ini, pembaca yang "nakal" mungkin saja tergoda menafsirkan "Dia", tokoh utama dalam teks ini, sebagai Tuhan. Memang huruf kapital "D" pada "Dia" memang sering merujuk pada Tuhan.

Seolah-olah penulis cerpen ini hendak mengatakan bahwa Dia pun bingung dengan masa depan yang sangat teknologis. Jika memang demikian, tentu akan menjadi ironi yang cukup menggelitik.

Namun, Carisya dengan tegas  mencegah penafsiran liar itu dengan kode yang jelas: "Dia" adalah nama sapaan untuk "Arkadia", protagonis dalam cerpen distopian ini. Dan dengan begitu ia membawa peristiwa-dalam-cerita menjadi peristiwa yang dekat dengan manusia.

Cerita Horor Masa Depan memang menghadirkan horor. Namun, setelah selesai membaca cerpen ini, kita masih boleh sangsi. Apakah masa depan memang akan semenakutkan itu? Ataukah kita akan mampu mencegah kengerian itu, misalnya dengan regulasi atas teknologi sehingga lebih memihak manusia alih-alih keterlibatan pengguna semata?

Mari kita menikmati cerpen dan ini dan merenungkan gagasannya secara gratis di situs web SukuSastra.com. by @sukusastra
1
a month ago
Download
Kesan pertama saat membaca esai @syafiqaddarisiy ini adalah kejenakaannya. Kejenakaan ini sepertinya memang disengaja. Pasalnya, topik yang menjadi fokusnya  berpotensi membuat kening terlalu sering berkerut: internasionalisasi karya sastra Indonesia melalui manajemen penerjemahan.

Tono yang "kurang peka" terhadap kekasihnya menjadi corong Syafiq untuk melakukan analisis akar penyebab atas kurang dikenalnya hasil-hasil karya sastra Indonesia di kancah internasional. Bagi Tono/Syafiq, penyebabnya bukan di kualitas literer, melainkan semata-mata manajemen.

Solusinya adalah dengan mempelajari sastra sebagai industri. Logika industri, yang merupakan anak kandung kapitalisme, tentu berbeda dari logika kreatif sastra. Namun, tanpa industri (dan kapitalisme), gagasan-gagasan etestik dan pembebasan dalam sastra terancam menjadi gumaman belaka, tak terdengar oleh siapa pun kecuali penulisnya sendiri.

Terlebih di dalam pergaulan internasional.
Bagaimana Tono/Syafiq menyusun rencananya untuk mempelajari manajemen penerjemahan sastra? Silakan membacanya gratis di situs web SukuSastra.com. by @sukusastra
0
a month ago
Download
Di Juni ini kami memilih empat karya yang diterbitkan di situs web sukusastra.com.

Penyair senior Eddy Pranata PNP menyajikan komposisi "old school" yang mengingatkan perlunya membaca karya sastra (atau seni pada umumnya) secara serempak. Memang struktur puisi terdiri dari elemen-elemen yang bisa dipisah-pisahkan secara kategorial, misalnya lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis dunia-dalam-teks). Namun, makna utuhnya hanya bisa dicerap saat teks itu diletakkan sebagai satu kesatuan. Puisi, dengan demikian, bukan sekadar sum of the total, melainkan a complete being atau "sebuah dunia yang menjadi".

Maria Utami cukup berdisiplin dalam persajakan, namun bisa juga berkelit dari perangkap stereotipikal puisi sebagai "bentuk terikat": tak semua rimanya sejajar. Dengan begitu, puisi-puisinya punya ruang leluasa untuk "berkisah" tentang ingatan atau fenomena.

Cerpen karya Carisya mengisahkan kehidupan kini yang sudah menormalisasikan AI atau Artificial Intelligence, yang menurut Yuval Noah Harari lebih cocok dipahami sebagai Alien Intelligence. Tokoh utama dalam cerita ini mengkhawatirkan kehidupannya di masa mendatang--setelah ia mati. Dengan bantuan AI ia merancang masa depannya dengan keindahan yang diharapkannya, beradaptasi dengan ekosistem virtual dan platform. Namun, meskipun ia sudah menyusun strategi untuk berhidmat dengan peradaban dunia, kenyataan di kehidupan yang dijalaninya masih menjelma menjadi ketakutan akan masa depan.

Esai Karya Syafiq Addarisiy disajikan sebagai narasi fiksional. Dengan cara ini, argumen-argumennya tidak tampil sebagai dinamika gagasan, melainkan sebagai cerita, yang lebih mudah diikuti. Memang bukan bentuk yang benar-benar baru, tetapi terasa segar di tengah AI slop yang makin marak.

Semua tulisan ini bisa dibaca secara gratis melalui website sukusastra.com. by @sukusastra
16
a month ago
Download
×

Download all media on this page

Photos Videos
back to up