Instagram story viewer> @junaydfloyd> Tagged
116.9K
followers
3575
following
Dosen Univ Mataram, NTB | Relawan @yayasanjagekastare_lombok | PhD from @monash_uni. Donasi Rumah Aman Asap 👇
POSTS STORIES REELS TAGGED
Pencinta Alam bukan Turis Gunung. 

Dulu, senior-seniorku memanggul semen, potongan drum bekas, dan peralatan lainnya untuk membuat bak sampah di puncak Rinjani. 

Lalu generasiku setiap tahun melanjutkannya dengan berusaha membersihkan sebanyak mungkin sampah di sepanjang jalur dalam pendakian. Tak sekedar naik gunung. Ada persiapan dan pelajarannya. Cara packing yang baik, manajemen ekspedisi, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan tentu saja etika pendakian di mana sampah adalah bahasan besar. 

Jadi ketika melihat postingan sampah Rinjani, ada rasa tak mengenakkan ketika begitu ringannya mulut-mulut itu berkomentar “katanya Pencinta Alam, tapi sampahnya bergelimpangan”. Begitulah komentar banyak pihak yang mungkin belum pernah naik gunung. Mereka menganggap sampah di Rinjani ditinggalkan oleh mahasiswa, siswa, atau kelompok Pencinta Alam sebagai pihak yang mereka tahu paling gemar naik gunung. Bahkan sampai sering lupa turun. 

Di sini saya ingin meluruskan. Saat ini, Pencinta Alam adalah minoritas di gunung. Mayoritas yang kalian lihat di gunung adalah turis gunung, pemburu memori, dan pendaki sosial yang naik gunung untuk menunjukkan betapa besar dan hebat dirinya di sosial media. Sebelum berangkat naik, saya tak yakin sebagian besar mereka punya target apa-apa tentang sampah. Gunung adalah pasar konsumerisme romantisnya. Yang mengira nanti sampahnya akan disapu petugas pasar. Jadi siapa yang punya sampah? Silahkan mengambil kesimpulan sendiri. 

Kami tidak dididik menganggap gunung sebagai objek semata. Pun jika ada Pencinta Alam yang kalian lihat meninggalkan sampahnya, mohon ditegur. Atau lihatlah slayer, emblem, atau benderanya. Kami naik dengan identitas agar gampang kalian tandai dan laporkan. Agar senior Kami yang dulu capek-capek memanggul drum sampah ke puncak, bisa mendidik Kami kembali untuk menjadi Pencinta.

Foto dan caption @junaydfloyd

Stay with us, @exploregunung_ #rinjani #exploregunung_
85
.
Pencinta Alam bukan Turis Gunung. 

Dulu, senior-seniorku memanggul semen, potongan drum bekas, dan peralatan lainnya untuk membuat bak sampah di puncak Rinjani. 

Lalu generasiku setiap  tahun melanjutkannya dengan berusaha membersihkan sebanyak mungkin sampah di sepanjang jalur dalam pendakian. Tak sekedar naik gunung. Ada persiapan dan pelajarannya. Cara packing yang baik, manajemen ekspedisi, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan tentu saja etika pendakian di mana sampah adalah bahasan besar. 

Jadi ketika melihat postingan sampah Rinjani, ada rasa tak mengenakkan ketika begitu ringannya mulut-mulut itu berkomentar “katanya Pencinta Alam, tapi sampahnya bergelimpangan”. Begitulah komentar banyak pihak yang mungkin belum pernah naik gunung. Mereka menganggap sampah di Rinjani ditinggalkan oleh mahasiswa, siswa, atau kelompok Pencinta Alam sebagai pihak yang mereka tahu paling gemar naik gunung. Bahkan sampai sering lupa turun. 

Di sini saya ingin meluruskan. Saat ini, Pencinta Alam adalah minoritas di gunung. Mayoritas yang kalian lihat di gunung adalah turis gunung, pemburu memori, dan pendaki sosial yang naik gunung untuk menunjukkan betapa besar dan hebat dirinya di sosial media. Sebelum berangkat naik, saya tak yakin sebagian besar mereka punya target apa-apa tentang sampah. Gunung adalah pasar konsumerisme romantisnya. Yang mengira nanti sampahnya akan disapu petugas pasar. Jadi siapa yang punya sampah? Silahkan mengambil kesimpulan sendiri. 

Kami tidak dididik menganggap gunung sebagai objek semata. Pun jika ada Pencinta Alam yang kalian lihat meninggalkan sampahnya, mohon ditegur. Atau lihatlah slayer, emblem, atau benderanya. Kami naik dengan identitas agar gampang kalian tandai dan laporkan. Agar senior Kami yang dulu capek-capek memanggul drum sampah ke puncak, bisa mendidik Kami kembali untuk menjadi Pencinta. 
.
Foto dan Caption @junaydfloyd

Salam lestari, 
NIA.05.277/XX
.
.
#pendakilawas #pendakijadul #rinjani #gunungrinjani #mtrinjani
158
back to up